Lapas Kelas III Lhoknga Aceh Besar Ketat Pengawasan Lembut Pembinaan

Periksa ketat barang bawaan masuk ke dalam LP kelas III Lhoknga Aceh Besar. Foto Kamis (20/1). IMRAN JONI

HARIANRAKYATACEH.COM – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lhoknga saat ini terus berbenah dalam rangka menjadikan rumah sementara bagi para warga binaan.

Sementara dimaksud adalah bagaimana warga binaan ini menyisakan waktu masa hukuman yang diisi berbagai kegiatan positif baik bercocok tanam pisang dan hidroponik maupun keahlian lain seperti tukang pangkas.

Mereka meski raganya terkurung tetapi hatinya tetap terbuka dengan adanya perhatian dari Kalapas beserta staf hal positif sebagai bagian dalam memanusiakan manusia sebelum kembali ke keluarganya maupun masyarakat.

Ini semua kami programkan agar mereka punya aktifitas dan tidak jenuh’, ujar Kalapas Lhoknga, Yusrizal kepada wartawan rakyat Aceh, Kamis 20 Januari 2022.

Kemudian yang tak kalah pentingnya kata Yusrizal, dimana warga binaan ini setiap pagi hari mengikuti pengajian rutin dan seminggu sekali mendatangkan tengku ceramah sebagai pendalaman aqidah serta lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

Menurutnya saat ini ada 222 warga binaan dan 18 perempuan yang menghuni di Lapas Lhoknga. Ini jauh dari jumlah kapasitas wajar yang hanya mampu menampung sebenarnya 120 orang dan itu katanya sangat tidak sebanding dengan jumlah pegawai 55 orang.

Namun dengan kondisi yang ‘darurat’ itu tidak menjadi masalah bagi mereka sebab Kalapas dan petugas tetap menyediakan tempat tambahan baru dilahan kosong dalam Lapas tersebut dengan bangunan layak huni.
“Kalau soal tambahan ruangan saya memang bangun sendiri agar mereka tetap tenang dan tidak buat yang macam-macam,” jelas mantan Kalapas Langsa ini.

Begitu pula prosedur bagi pengunjung tetap diberikan batas waktu.
Kemudian bagi warga binaan yang ingin video call dengan keluarga juga disediakan wartel gratis dengan mencatat nomor handphone yang masuk oleh petugas lapas.

Protap baku lain adalah ketika pengunjung ingin menitipkan barang atau makanan bawaan dari luar untuk dibawa masuk juga diperiksa dan diawasi dengan ketat sehingga tidak terjadi hal negatif ataupun yang dapat menimbulkan kekacauan dalam lembaga.
“Semuanya sudah kita terapkan kepada petugas agar tidak ada yang coba-coba untuk bermain dan jika ada tentunya sanksi berat akan diberikan,” demikian Yusrizal. (imj)