Kalapas Kelas III Lhoknga Dapat Penghargaan dari Rakyat Aceh Sebagai Peduli Lingkungan dan Warga Binaan

Pimpinan umum Harian Rakyat Aceh Imran Joni menyerahkan penghargaan kepada Kalapas kelas lll Lhoknga, Aceh Besar.

HARIANRAKYATACEH.COM – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Lhoknga, Aceh Besar, Yusrizal menerima penghargaan sebagai peduli lingkungan dan warga binaan dari media Harian Rakyat Aceh.

Yusrizal dinilai berhasil membuat lapas kelas III Lhoknga lebih tertib, aman dan nyaman, terutama dalam menjaga lingkungan yang bersih, serta melakukan berbagai kegiatan pelatihan terhadap warga binaan.

Penghargaan diberikan langsung oleh pimpinan Harian Rakyat Aceh, Imran Joni didampingi wartawan Harian Rakyat Aceh, Ghifari Hafmar kepada Kalapas Lhoknga, Yusrizal, S.H.,M.Si. di ruang kerjanya, Kamis (20/1).

Pimpinan Umum Harian Rakyat Aceh, Imran Joni mengatakan, pemberian penghargaan tersebut berdasarkan penilaian pihaknya di jajaran redaksi harian Rakyat Aceh kepada lapas kelas III Lhoknga, Aceh Besar.

Selain itu, kata Imran Joni, pemberian penghargaan tersebut juga bertepatan dengan ulang tahun harian Rakyat Aceh ke 17.”Tentunya penghargaan ini berdasarkan hasil kerja pihak lapas selama ini, yang begitu gigih dalam melakukan berbagai kegiatan serta pembinaan terhadap warga lapas,” tuturnya.

Sebelumnya kata Imran Joni, penghargaan lainnya juga telah diberikan kepada pemerintah dan sejumlah institusi dalam rangka HUT Rakyat Aceh, seperti Gubernur Aceh, Kapolda, DPRA, Kajati Aceh, Bupati Aceh Tengah, Bupati Aceh Jaya dan Walikota Banda Aceh.

Sementara itu, Kepala Lapas kelas lll Lhoknga, Yusrizal menyampaikan ucapan terima kasih kepada Harian Rakyat Aceh atas penilaian selama ini, sehingga mendapat penghargaan sebagai peduli lingkungan dan warga binaan.

“Ini merupakan motivasi untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik ke depannya, terutama terkait yang menyangkut lingkungan dan pembinaan terhadap warga lapas,” jelasnya.Selama ini, sebut Yusrizal, lapas kelas III Lhoknga telah banyak melakukan dan pelatihan terhadap warga bianaan, seperti pelatihan pangkas rambut, mengelas dan penanaman melalui hidroponik yakni salah satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah.

Tak hanya itu, kegiatan kerohanian juga terus dilakukan seperti dzikir dan pengajian setiap hari. Kemudian mengundang penceramah dari pasantren dan MPU. “Ini kami lakukan agar nanti warga binaan bisa memiliki kemampuan atau skil, setelah mereka bebas nantinya dan kembali di tengah masyarakat,” harapnya.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada harian Rakyat Aceh. Ini menjadi motivasi kami kedepan untuk melakukan yang lebih baik lagi. Semoga kemitraan bersama Harian Rakyat Aceh terus berlanjut,” harapnya.