Masyarakat Kampung Kuyun Sampaikan Mosi Tidak Percaya

Masyarakat Desa Kuyun, Kecamatan Celala, mendatangi gedung DPRK menyampaikan keluhan terkait Kepala Desa diduga asik sendiri dalam menjalankan program. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Puluhan masyarakat Kampung Kuyun, Kecamatan Celala, mendatangi, beraudiensi dan menyampaikan surat mosi tidak percaya kepada Reje Kampung Kuyun melalui Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Kamis (20/1).
Kepada anggota DPRK Aceh Tengah, lintas komisi, disampaikan beberapa program gagal di kampung tersebut.

Program yang diduga gagal diantaranya program Desa Wisata tidak berjalan karena tidak dilakukan koordinasi yang baik. Sebelumnya dibangun objek wisata bambu, namun karena tidak didukung masyarakat objek wisata tersebut jadi hancur.

“Dulu reje berjanji mengganti uang sewa Rp 3 juta. Seharusnya bisa saya menanam padi setahun dua kali di lahan tersebut,” adu pemilik tanah di hadapan anggota DPRK.

Dipaparkan oleh warga, bahwa di Kampung Kuyun ada oknum yang sengaja menyebar isu provokasi dan intimidasi di media sosial, sehingga antar warga saling mencurigai. “Oknum tersebut menyatakan perintah langsung dari Reje Kampung,” ungkap Munawardi, perwakilan warga dihadapan anggota DPRK Aceh Tengah.

Diungkap Munawardi, program beras Kuyun yang digadang-gadang berhasil itu hanya pencitraan di media sosial. Demikian juga dangan swalayan, yang lahannya dibeli dan dibangun permanen namun isi mini marketnya tidak ada.

Warga juga menduga anggaran kampung tahun 2021 merupakan temuan (illegal) karena ada Kaur yang belum dikeluarkan Surat Keputusan oleh Camat ikut menandatangani dokumen. “Satu pertanyaan saya, apakah sah Kaur yang belum ada SK nya menandatangni dokumen,” tanya Munawardi kepada pihak DPMK Aceh Tengah.

Jelas Munawardi, pemilihan Kaur dilaksanakan pada bulan Juni, sedangkan Februari sudah menandatangani APBK Kampung.

Menanggapi hal tersebut, pimpinan sidang, menyatakan akan mengumpulkan data terlebih dahulu. Atas laporan masyarakat seharusnya diklarifikasi langsung oleh Reje Kampung Kuyun. Namun, atas ketidakhadiran Reje di ruang sidang DPRK Aceh Tengah, Camat Celala menyatakan telah berkomunikasi. Alasan reje tidak hadir karena surat baru diterima dan ada acara di kampung. “Kalau punya dokumen lengkap, kenapa hari ini tidak bisa hadir,” ujar Yusri Johan.

Disampaikan Ketua Komisi A, bahwa dengan adanya surat mosi tidak percaya berarti pemerintahan kampung tergangu. “Satu sisi, kami mengapresiasi adanya giat pariwisata di Kampung Kuyun, seperti festival durian dan Desember Kopi,” kata M Sahrul.

Atas ketidakhadiran reje kampung, DPRK Aceh Tengah akan kembali menyurati Reje Kampung Kuyun yang sudah dua kali mangkir dari undangan lembaga legislatif tersebut. “Reje sudah dua kali mangkir dari panggilan DPRK,” tukas Muklis, anggota Komisi A. (jur/bai)