Bea Cukai Sita 3,3 Juta Batang Rokok Ilegal

Negara Rugi Rp 3,5 Miliar

Tim gabungan Bea Cukai, Bareskrim Polri, dan Polairud Polda Aceh menunjukkan barang bukti kasus penyeludupan rokok ilegal di kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Aceh, Jumat (21/1). (for rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA) – Tim gabungan Bea Cukai Lhokseumawe bersama Kanwil Kepulauan Riau dan Satuan Kapal Patroli BC 30004 serta didukung Ditpolairud Polda Aceh menyita 3,3 juta batang rokok ilegal dalam operasi di wilayah Kuala Cangkoi, Kabupaten Aceh Utara.
“Dari penindakan tersebut ditaksir perkiraan nilai barang senilai Rp 6.615.500.000 serta taksiran kerugian negara dari Cukai dan Pajak Rokok sebesar Rp 3.514.500.000,”kata Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro, Jumat (21/1).

Dia mengatakan, keberhasilan penindakan rokok ilegal ini bermula atas informasi yang disampaikan ke Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh bahwa akan ada sarana pengangkut laut atau kapal nelayan bermuatan rokok ilegal dari luar Indonesia menuju Aceh.

Selanjutnya, Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh bersama dengan Bareskrim Polri, Bea Cukai Lhokseumawe dan Satuan Tugas Kapal Patroli BC 30004 didukung Dit Polairud Polda Aceh menindaklanjuti dengan melakukan patroli darat serta patroli laut.

“Dari informasi yang didapat bahwa kapal tersebut akan menuju pesisir wilayah Kuala Cangkoi, sekitar pukul 03.00 WIB, Satuan Tugas Kapal Patroli BC 30004 mencurigai sebuah kapal nelayan yang bergerak menuju pesisir wilayah Kuala Cangkoi,”kata Isnu.

Selanjutnya Satuan Tugas Kapal Patroli BC 30004 melakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut. Diketahui bahwa kapal tersebut membawa muatan rokok ilegal jenis sigaret putih mesin (SPM) dengan merek “Nikken” dengan bungkus berwarna putih.

“Selanjutnya petugas mengamankan 3 (tiga) orang tersangka beserta barang bukti kapal beserta muatannya menuju Kantor Bea Cukai Lhokseumawe untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”jelasnya .

Selanjutnya, Kata Isnu, terhadap kasus tersebut dilakukan Penyidikan oleh Kanwil BC Aceh, dan telah menahan 3 orang tersangka yaitu R,SB dan S dengan pasal yang disangkakan pasal 56 UUNo.39 Tahun 2007 jo UU No.11 tahun 1995 tentang Cukai, dengan ancaman pidana penjara 1-5 tahun dan Denda 2 sampai 10 kali Nilai Cukai.

Jika masyarakat mengetahui praktik peredaran rokok ilegal, yaitu tanpa dilekati pitacukai, dilekati pita cukai palsu atau bekas pakai, dapat menginformasikannya melalui Kanwil Bea Cukai Aceh di nomor (0651) 35800, surat elektronik di [email protected], atau media sosial @BCkanwilAceh (twitter, fanpage facebook, instagram, dan youtube) serta melalui 5 (lima) KPPBC yang tersebar di Provinsi Aceh. (ril/mar/min)