KPA-PA Samudra Pase Peringati Maulid “Malik Mahmud dan Ulama Ikut Hadir”

peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diadakan oleh KPA dan PA wilajah Samudra Pase, Ahad (23/1)

HARIANRAKYATACEH.COM – Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (Muna) Pusat Tgk. H. Muhammad Ali akrab disapa Abu Paya Pasi bersama Tgk. M. Yusuf Hasan dan jajarannya menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diadakan oleh KPA dan PA wilajah Samudra Pase, Ahad (23/1) di kantor KPA setempat.

Dalam acara tersebut juga tampak dihadiri oleh Paduka Njang Mulija Wali Nanggroe Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, Abon Arongan, unsur ulama, Pimpinan Dayah, Bupati Aceh Utara, Jubir KPA Pusat, jajaran pimpinan KPA-PA Pase dan Kuta Pase, unsur muspika Kecamatan Samudra, Pimpinan Gampong Mancang serta masyarakat dalam wilajah Samudra Pase.

Rangkaian acara maulid akbar yang disertai pelantikan MUNA Kabupaten Aceh Utara berlangsung khidmat, di mulai dengan zikir dari 4 daerah dalam wilajah Samudra Pase dan santunan anak yatim.

Ketua DPW PA Kabupaten Aceh Utara H. Muhammad Thaib, dalam sambutannya menekankan pentingnya meningkatkan soliditas dikalangan pengurus dan kader Partai Aceh. Karena Partai Aceh adalah sebagai wadah perjuangan politik Aceh, maka setiap kader PA harus menjadi cermin dan contoh bagi masyarakat, baik dalam tutur kata maupun dalam bersikap sehari-hari.

“Geutanyoe bek male ta peuleumah droe teuh sebagai kader partai Aceh,”ucap Muhammad Thaib akrab disapa Cek Mad di akhir sambutannya.

Sementara Juru bicara KPA Pusat Tgk. Azhari Cage menyampaikan pesan agar seluruh komponen KPA dan Partai Aceh harus lebih fokus berperan dan menyuarakan kepentingan Aceh yang berlandaskan MoU dan UUPA.

Dalam momentum tersebut Wali Nanggroe Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar juga mengajak masyarakat untuk merenungi kembali makna hari kelahiran dan perjuangan Rasulullah dalam menegakkan kebenaran. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Aceh yang selalu bahu-membahu dalam memperjuangkan kepentingan Aceh dari masa endatu, para syuhada sampai pada anak cucunya sekarang yang tetap konsisten memperjuangkan kepentingan Aceh.

Selain itu, Wali juga sempat mengilustrasikan lambang dan bendera Aceh dengan sejarah perjuangan panjang yang telah banyak merengut korban rakyat Aceh.

Dalam hal transformasi politik, Wali menekankan agar bangsa Aceh tidak boleh meninggalkan akidah islamiyah yang pernah berjaya dan di akui dunia internasional. Penting sekali menjaga akidah dan berakhlakul karimah, karena salah satu tujuan diutusnya Rasulullah adalah untuk memperbaiki akhlak.

Di usia yang ke 83, Wali Nanggroe masih kelihatan energik dan bersemangat dalam menyampaikan sambutannya.
“Geutanyoe peureule ta peutimang peu yang ka geu-amanah dan geukeubah di endatu-endatu geutanyoe awai, geutanyoe bek sampe di peubicah-bicah lage masa prang cumbok awai meuseubab deungoen politik yang hana Ta tu’oeh peutimang, jadi geutanyoe Aceh meunyoe hana Ta meudong dan ta meusaboh akan meuwoe lagee masa awai lom masa konflik. Geutanyoe ureung Aceh na pikiran dan tujuan yang saban untuk meusaboh, bek sampe geutanyoe jeut keu bangsa yang hana thee droe, maka nyoe yang payah ta seumike saban-saban, geutanyoe Aceh ureung caroeng dan beuhe, bila peureule kiban yang ji lake ta tem, kon nyo meunan?”

Ajakan wali di sambut bergemuruh oleh semua yang hadir dengan tepuk tangan dan teriakan allahu akbar.

Diakhir sambutannya wali mengajak semua pihak untuk introspeksi dalam menyikapi dinamika politik Aceh kekinian.
“Geutanyoe harus bijaksana, beumeusaboh ngen ulama dan umara bak ta peujak politik nyoe”

Sementara prosesi acara maulid Akbar yang disertai pelantikan pengurus Muna Aceh Utara ditutup dengan taushiah oleh Abu Paya Pasi.

Dalam sambutannya Abu menyampaikan beberapa tamsilan dan suri tauladan yang di tunjukkan Rasulullah ketika menyebarkan agama Islam.

Abu menamsilkan sebuah peperangan dimasa Rasulullah yang berkekuatan timpang di pihak Islam, tetapi dengan kekuatan personil yang sedikit mampu mengalahkan musuh yang banyak dengan taktik dan konsep yang benar disertai dengan keyakinan dan kesabaran.

Diakhir nasehatnya Abu menekan kembali agar kita terus berusaha dengan penuh kesabaran, karena kesabaran adalah senjata bagi orang mukmin. Banyak sejarah di masa Rasulullah yang telah membuktikan tumbangnya kebathilan karena kemampuan menyusun strategi disertai keyakinan dan kesabaran. “Teruslah bersatu, bekerja sama dan saling hormat-menghormati dengan berpegang teguh di jalan yang diridhai Allah,”ucap Abu Paya Pasi. (arm/ra)