Mursil Siap Jadi Duta Beras Organik Ortam-58

Beras organik produk petani lokal Aceh Tamiang. FOR-HARIANRAKYATACEH.COM

HARIANRAKYATACEH.COM – Bupati Aceh Tamiang Mursil menegaskan, Pemkab Aceh Tamiang seoptimal mungkin akan membantu pemasaran beras organik agar lebih dikenal luas di pasaran. Beras sehat yang dikelola lembaga koperasi ini diberi merek Ortam-58 adalah kebanggaan Aceh Tamiang.

Kualitas beras organik yang telah mendapat sertifikat ini pernah dipromosikan ke tingkat provinsi Aceh. Selaku Kepala Daerah, Mursil telah memikirkan strategi pemasaran beras organik produk asli petani Aceh Tamiang tersebut.

“Saya sudah mengumpulkan Kepala SKPK, perwakilan BUMD/BUMN/BUMS, Ketua TP-PKK, dan pengurus koperasi Kortaja untuk diskusi soal pemasarannya. Saya bersedia menjadi duta untuk mengenalkan produk beras sehat Ortam-58 ini,” kata Bupati Mursil di Karang Baru, Kamis (27/1/2022).

Dijelaskan Mursil, beras Ortam-58 adalah produk lokal berkualitas premium. Kiranya semua pihak dapat mengenalkannya ke masyarakat supaya produk beras organik tersebut tidak terkesan eksklusif. Kalangan ASN yang memiliki penghasilan tetap juga diminta mengonsumsi beras organik tersebut.

“Selain untuk mengoptimasi penggunaan produk lokal, beras organik memang terbukti dan teruji lebih sehat sehingga diharapkan mampu menunjang kinerja para pegawai di lingkungan Pemkab Aceh Tamiang,” katanya.

Pihak Koperasi Organik Tamiang Jaya (Kortaja) yang dipercaya mengelola beras organik asal Kabupaten Aceh Tamiang ini menyatakan, harga beras organik Ortam-58 terus mengalami penyesuaian seiring dengan upaya koperasi bersama petani produsen dan inspektur pengawas menekan biaya produksi. Tak tanggung-tanggung harga beras non kimia ini diturunkan hingga 50 persen.

Diketahui pada saat pemasaran perdana 2021 Kortaja membandrol Ortam-58 Rp 150 ribu/karung (ukuran 5 kg). “Sekarang setelah dilakukan penyesuaian dengan biaya produksi, harga Ortam-58 diturunkan 50 persen menjadi Rp 75 ribu per kemasan 5 kg,” kata Ketua Kortaja, Admansyah Lubis.

Diakui di awal produksi pihaknya memasarkan beras premium ini dengan harga tinggi Rp 150 ribu/zak. Namun setelah dua kali panen, pengelola mampu menekan biaya produksi dan berani ‘membanting’ harga.

Selain itu Admansyah Lubis menjelaskan, ke depan pihaknya akan mendesain ulang kemasan Ortam-58 dan melakukan diversifikasi ukuran kemasan supaya prodak Ortam-58 dapat lebih diterima oleh pasar.

“Versi kemasan dibuat lebih beragam lagi dan menarik,” ujar Admansyah.
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Aceh Tamiang yang dilibatkan dalam strategi pemasaran turut berperan menginisiasi Dekranasda untuk mendukung penuh pengenalan dan pemasaran produk-produk unggulan lokal supaya dapat dikenal secara luas.

“Koperasi PPK akan bekerja sama dengan koperasi Kortaja untuk memperluas pemasaran beras organik dengan desain kemasan baru dan harganya yang lebih terjangkau,” kata Rita Syntia. (ddh)