Petani Garam Dapat Bantuan Mesin Alkon Dari Dandim 0115 Simeulue

Dandim 0115/Simeulue Letkol Inf Yogi Bahtiar, saat meninjau lokasi usaha garam, Rabu (26 1). AHMADI/RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – “mesin alkon bantuan pak Dandim 0115 Simeulue merupakan urat nadi dalam usaha pembuatan garam”, kata Zulfikar (43) petani garam di pulau Simeulue, Rabu (26/1).

Masih menurut ‎ Zulfikar dengan suara terbata-bata yang tidak menduga mendapat bantuan mesin alkon untuk sarana penting dan urat nadi menyedot bahan baku air laut ke daratan dan perbukitan setinggi 24 meter untuk diolah menjadi garam‎.

‎”Terima kasih pak Dandim Simeulue dengan bantuan alat Alkon ini sehingga, saya tidak lagi mengangkut air laut dengan peralatan seadanya terkadang harus di pikul”, imbuh Zulfikar dengan suara lirih.

Dia juga melaporkan kendala lain, sejak merintis usaha garam itu sejak tahun 2018 lalu dan mulai berproduksi 2021 di pinggir pantai Teluk Sinabang, Kuta Batu, Kecamatan Simeulue Timur.

Kendalanya usaha garam yang dirintisnya itu telah terdaftar di Kemenkumham RI‎ dengan nama garam “daraba”, dan telah menghabiskan dana pribadinya sebesar Rp 200 juta, dengan capaian 50 persen.

Zulfikar melaporkan kepada Dandim 0115 Simeulue, Letkol Inf Yogi Bahtiar di dampingi perwiranya, serta Kades Kuta Batu, bahwa kendala serius untuk kelanjutan usaha garam itu, masih terganjal di persyaratan yang ditetapkan standar ISO yang membutuhkan waktu dan biaya sekitar Rp 50 juta.‎

Adapun persyaratan wajib yang harus dipenuhi bersandar ISO itu yakni,‎ ruang kantor, ‎ruang miring,‎ ruang laboratorium, ‎ruang bahan baku,‎ ruang pengilingan garam, ‎ruang iodium Garam, ‎ruang  kemasaan garam, ruang kemas, ‎musholah dan fasilitas kebutuhan‎ wc, sedangkan yang tersedia hanya ‎ruang garam.

‎”Usaha garam ini perlu harus terus menerus di dukung, saya akan berusaha komunikasi dengan pihak pemerintah daerah, pemerintah Provinsi. Usaha ini salah satu aset penting yang harus serius dipertahankan di daerah kita ini”, tegas Dandim 0115 Simeulue, Letkol Inf Yogi Bahtiar sesaat setelah menyerahkan bantuan alkon kepada petani garam. (ahi).