Putusan Hakim Lhokseumawe Sudah Tepat

HARIANRAKYATACEH.COM – Forum Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe menyampaikan, putusan Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe yang menolak permohonan suntik mati Nazaruddin Razali, seorang nelayan keramba Pusong Lhokseumawe, sudah tepat.

“Euthanasia merupakan upaya untuk mengakhiri hidup seseorang karena sakit yang dialaminya dan tidak dapat disembuhkan, guna mengakhiri penderitaannya,” ungkap Tgk Sulaiman Lhok Weng dari Forum Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe, kepada Rakyat Aceh Kamis (27/1).

Ia mengatakan, kasus Nazaruddin warga Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe yang mengajukan suntik mati, karena adanya upaya relokasi keramba miliknya di waduk Pusong oleh Pemko Lhokseumawe. Namun, jika ditinjau secara hukum Fiqih jelas haram dan pendampingan hukum yang dilakukan oleh YARA untuk melegalkan sesuatu yang haram jelas haram.

“Kami dari Forum Ormas dan OKP Pengawal Syari’at Islam Kota Lhokseumawe, sangat menyayangkan ada warga yang sangat dangkal akidahnya, karena masalah ekonomi lalu meminta suntik mati, ini jelas-jelas bertentangan dengan Aqidah, Fiqih dan kearifan lokal masyarakat Aceh yang dikenal religius,”katanya.

Untuk itu, pihaknya sangat mengecam Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) yang mengadvokasi warga tersebut untuk melakukan suatu perkara yang mengundang murka Allah disaat masih banyak persoalan-persoalan masyarakat yang perlu dilakukan pendampingan hukum.

“Kami jelas menuntut persoalan ini agar disudahi dan diakhiri, sehingga tidak mencoreng wajah Syariat di mata dunia Internasional. dan pihak YARA agar fokus kepada persoalan yang lebih urgen daripada mendampingi sebuah perbuatan yang jelas keharamannya,”tegas Tgk. Sulaiman akrab disapa Tgk Lhok Weng ini. (arm/ra)