MPU Tamiang–IAIN Langsa MoU Penegakkan Syariat Islam

Teks foto : Bupati Mursil menyaksikan penandatanganan MoU antara MPU Aceh Tamiang dan IAIN Langsa tentang penegakkan Syariat Islam di daerah itu, Kamis (27/1/2022). DEDE/HARIANRAKYATACEH.COM

HARIANRAKYATACEH.COM – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Tamiang dan IAIN Langsa MoU (Memorandum of Understanding) tentang penegakkan Syariat Islam di Aceh Tamiang.

Penandatanganan nota kesepakatan dan kesepahaman (MoU) sekaligus peluncuran program kajian bersama Ulama, Umara dan Ormas dilakukan oleh Ketua MPU Atam, Ustadz Syahrizal, MA dan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa, Dr Muhammad Nasir digelar di Aula Kantor Bupati setempat, Kamis (27.1/2022).

MoU ini bentuk komitmen Pemkab Aceh Tamiang karena sesuai visi-misi Bupati Mursil dan Wakil Bupati HT Insyafuddin yakni, “Aceh Tamiang Menuju Masyarakat Islami yang Sejahtera”.

“Saya sangat mengapresiasi penandatanganan ini adalah bentuk kolaborasi dan sinergi yang bagus untuk membumikan Syariat Islam di Aceh Tamiang,” kata Mursil usai menyaksikan penandatanganan MoU.

“MoU ini tidak hanya berfokus pada pengkaderan ulama, namun juga turut mendukung pengamalan Syariat Islam yang tengah dijalankan oleh pemerintah daerah yaitu, program maghrib mengaji,” tutur Mursil.

Program magrib mengaji, papar Mursil menyasar kepada anak-anak usia sekolah. Ini merupakan suatu strategi mendekatkan kembali anak-anak kita kepada masjid, Alquran dan para ulama, sekaligus menangkal mereka dari paparan efek negatif media sosial, game online, judi online, dan penyalahgunaan narkoba.

“Tolong makmurkan masjid agar terus terbentuk masyarakat Aceh Tamiang yang Islami. Sejak kami dilantik, kami sudah membuat program magrib mengaji. Saya berharap para ulama dapat saling bertukar pikiran, berdiskusi, agar program ini terus berkembang,” pintanya.

Ketua MPU Aceh Tamiang, Ustadz Syahrizal mengatakan, program ini sebagai inovasi dan langkah konkrit dalam merealisasikan program kerja MPU yang terhambat akibat pandemi Covid-19.

Program kajian syiar Islam ini rencananya akan dijalankan minimal dua kali dalam sebulan, terhitung sejak bulan Februari 2022.

“Salah satunya program menyosialisasikan fatwa atau tausiyah MPU akan dimasukkan ke dalam pengajian rutin bulanan kecamatan,” kata Syahrizal.

Dekan FUAD IAIN Langsa, Muhammad Nasir menyampaikan, nota kesepakatan terbentuk sebagai lanjutan dari MoU sebelunya antara Bupati Aceh Tamiang dan Rektor IAIN Langsa.

“Melalui nota kesepakatan ini, kami berupaya untuk mengembangkan karya ilmiah dan keilmuan kami untuk membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan kajian yang sejuk di tengah masyarakat Aceh Tamiang,” kata Nasir. (ddh)