Refocusing Covid-19 Kembali Sedot Anggaran Simeulue

Bupati Erli Hasyim menggendong seorang pelajar SD, usai perdana ‎pelaksanaan vaksinasi terhadap anak usia dini di Kabupaten Simeulue, Kamis (27/1). Ahmadi - harianrakyataceh.com 

HARIANRAKYATACEH.COM – ‎Penanganan bencana wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)‎, tahun 2022, anggaran Dana Alokasi Khusus (DAU) milik Pemerintah Kabupaten Simeulue kembali refocusing sebesar Rp 940.270.000‎.

‎Refocusing DAU 2022 milik Pemerintah Kabupaten Simeulue yang awalnya sebesar Rp. 419.892.376.000 setelah disedot untuk refocusing penanganan Covid19, kini hanya tersisa Rp. 418.952.206.000.

Pemotongan DAU untuk kepentingan Refocusing Covid19 itu, di jelaskan Bupati Erli Hasyim di dampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Simeulue, Marlian, S.IP, harianrakyataceh.com, Jumat (28/1).

‎”Tahun ini anggaran Pemerintah Kabupaten Simeulue, kembali terjadi pemotongan untuk kepentingan penanganan Covid19 sebesar Rp 940.270.000‎ dari total awalnya DAU kita sebesar Rp. 419.892.376.000″, katanya.

Sehingga dengan pemotongan ‎dana dari DAU itu, bakal terjadi perubahan dan penghapusan secara mendadak sejumlah program untuk kepentingan daerah, yang sebelumnya telah masuk dalam kegiatan Pemerintah Kabupaten Simeulue.‎

Keduanya kembali menjelaskan dan berharap wabah virus Covid19 tersebut akan mereda, sehingga ‎sisa anggaran DAU itu tidak lagi tersedot untuk refocusing susulan, yang nantinya tidak lagi berimbas pada kegiatan yang telah terprogram dalam rencana kegiatan Pemerintah Kabupaten Simeulue tahun 2022.

Tahun 2021 lalu, DAU Kabupaten Simeulue tersedot untuk refocusing Covid19  2021, ‎sebesar Rp. 13.864.452.000‎. Pada awalnya total DAU sebesar Rp. 432.894.090.000. Setelah refocusing sisa DAU tahun 2021 sebesar Rp. 419.029.638.000.

“Kita berharap wabah Covid19 ini mereda, sehingga tidak berimbas kepada anggaran daerah kita. Tahun 2021 lalu DAU kita direfocusing sebeser ‎Rp. 13.864.452.000‎. Oleh sebab itu kita mengingatkan supaya masyarakat patuhi prokes Covid19 dan vaksinasi. (ahi).