Nova Iriansyah Siap Bantu Persakmi

HARIANRAKYATACEH.COM – Gubernur Aceh Nova Iriansyah siap membantu Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat (Persakmi) Aceh.

Pernyataan ini disampaikan saat membuka dan memberikan kata sambutan pada Musda ke II Persakmi Aceh, di Anjong Mon Mata, Sabtu (5/2/22)

Nova juga mengajak Persakmi dapat bekerjasama dengan pemerintah Aceh, agar program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.

“Semoga Persakmi Aceh dapat bersinergi dengan pemerintah Aceh dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harapanya.

Dikatakan, organisasi ini terus berbuat dan bekerja apalagi yang bergabungnya para sarjana dalam meningkatkan derajat masyarakat di Aceh.

“Persakmi dapat berkolaborasi dengan organisasi lainnya terutama mengenai masalah kesehatan masyarakat di Aceh,” ungkapnya.

Sambungnya, Persakmi masih sangat muda. Masih tergolong baru dan semangat solid yang tinggi dapat mendukung kesehatan di Aceh.

“Kami beri apresiasi yang telah menjalankan Musda kedua dalam mendukung Aceh sehat,” ujar Nova.

Sambung Nova, dengan kompetensi yang dimiliki persakmi, bila berkaitan dengan saat ini di tengah pandemi covid19 untuk turut berkontribusi secara preventif dan promotif dalam melakukan sosialisasi.

Sementara itu, Ketua Demisioner DPD Persakmi Aceh, Saifuddin A Malik, SKM, S.Sos mengatakan dengan Musda keII Persakmi Aceh periode 2022-2025 Masehi akan melahirkan ketua dan pengurus baru yang bisa membawa perubahan yang lebih baik.

“Semua kandidat ketua yang sudah mendaftarkan diri sebagai calon ketua yang telah dirilis oleh Panitia Pemilihan beberapa pekan yang lalu merupakan para aktivis dan tokoh kesmas yang mumpuni dan pantas menjadi Ketua Persakmi Aceh,” ujarnya.

Dikatakan, para kandidat yang akan bertarung di arena Musda adalah para tokoh yang sudah teruji dan sangat berbobot bila terpilih menjadi ketua secara demo

Ia berharap kepada kepengurusan baru yang valid dan kompak dalam memajukan dan menjaga organisasi tersebut.

“Organisasi nya para SKM ini selain dari SKM tidak bisa menjadi anggota Persakmi,” jelas Saifuddin.

Sambungnya, ada 11 calon ketua yang ikut mendaftar, namun tentu syarat dan ketentuan berlaku.

“Organisasi ini bergegak secara preventif dan promotif,” ungkapnya.

Dikatakan para SKM punya kemampuan bersama pemerintah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan baik.

“Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat merupakan amanah dan menjadi target kita dari Sarjana Kesehatan Masyarakat,” pungkasnya. (rus)