Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 26 Feb 2022 09:17 WIB ·

Warga Meunasah Mancang Meurahdua Tet Apam Massal


 Para IRT Desab Mancang Kecamatan Meurahdua, Pijay, Jumat (25/2) tet apam. Rakyat Aceh/abdullah gani Perbesar

Para IRT Desab Mancang Kecamatan Meurahdua, Pijay, Jumat (25/2) tet apam. Rakyat Aceh/abdullah gani

MEUREUDU (RA) – Para Ibu Rumah Tangga (IRT) Gampong Meunasah Mancang, Kemukiman Kuta Baroh Kecamatan Meurahdua, Pidie Jaya, Jumat (25/2) kemarin melaksanakan tet apam bersama. Pembuatan makanan khas Aceh itu dilakukan sudah menjadi tradisi atau kebiasaan setiap tahun pada bulan Ra’jab. Malamnya (tadi malam,red) berlanjut dengan pengajian dan menyajikan kue apam sebagai snack.

Ketua TP-PKK Desa Mancang, yang juga sebagai ketua pelaksana menjawab wartawan harian ini mengatakan, bahwa tet apam di desanya bukan hanya tahun ini, tapi rutin setiap Bulan Ra’jab. Acara dimaksud dilakukan secara bersama-sama. Karena Meunasah pun terbuat dari kayu berbentuk rumah khas Aceh, sehingga bagian bawahnya dapat mereka fungsikan.

“Semua peralatan yang dibutuhkan termasuk sejumlah kompor gas diboyong ke meunasah. Mereka bekerja secara bersama-sama mulai dari mengolah bahan hingga apam itu dimasak. Tak ayal, suasana pun jadi riuh dan sesekali terkadang diselingi dengan rumor atau senda gurau sesama. Suasana seperti ini selain dapat saling berbagi informasi juga menghilangkan lelah bahkan stres,” cetus seorang IRT.

Selain itu lanjutnya, enaknya bikin kue secara beramai-ramai termasuk tet apam, bisa jadi cita rasa pun terkadang sedikit berbeda dan itu tidak dipersoalkan. Malah, jadi bahan rumor disela-sela menggeluti kuliner tersebut.

Tet apam kali ini, lanjut Ketua TP-PKK setempat, takarannya 16 bambu tepung dan jelang petang baru selesai. Ditanya jumlah apam yang dihasilkan, Aminah menyebutkan 1.600-1.650 keping.

Kue tersebut juga disajikan untuk snaek pada acara pengajian yang digelar, Jumat malam. Pengajian rutinitas setiap pekan diikuti seratusan warga pria dan wanita. Amatan Rakyat Aceh, sudah menjadi kebiasaan jika sesama IRT kumpul seperti halnya pada tet apam, suasana pun terdengar riuh. Pun begitu, ngomongannya yang ceplas-ceplus atau tak karuan tidak diambil hati.

Camat Meurahdua, Iskandar, yang dikonfirmasi terpisah membenarkan, para IRT Desa Mancang, Jumat kemarin menggelar tet apam secara bersama-sama di Meunasah desa setempat. Tet apam pada Bulan Ra’jab juga dilakukan di sejumlah gampong lain di wilayahnya. “Beberapa desa lain di Meurahdua juga telah melaksanakan hal serupa,” imbuh Iskandar. (age/rus)

 

 

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Baru Menjabat, Kapolres Aceh Utara Ziarah ke Makam Pahlawan Cut Nyak Meutia

21 July 2024 - 06:07 WIB

Ratusan masyarakat Aceh Barat deklarasi dukung Bustami maju di Pilkada 2024

20 July 2024 - 21:25 WIB

Danrem Lilawangsa Intruksikan Kodim Aceh Utara Bangun Dapur Umum 

20 July 2024 - 20:30 WIB

Kodim 0103/Aceh Utara Peringati 1 Muharram 1446 H Dengan Menggelar Doa Bersama.

20 July 2024 - 16:39 WIB

Said Mulyadi Terima SK Sebagai Cabup Dari NasDem

20 July 2024 - 06:08 WIB

Kapolda Aceh Launching Layanan Penerbitan SIM C1 di Satpas Prototype Polres Pidie Jaya

19 July 2024 - 21:02 WIB

Trending di NANGGROE TIMUR