Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 1 Mar 2022 16:13 WIB ·

Dialog Awal Buntu, Rusia Tetap Serang Ukraina, Puluhan Orang Tewas


 Pembicaraan awal antara Rusia dan Ukraina pada Senin (28/2) malam waktu setempat berakhir tanpa hasil alias buntu. Kedua delegasi memilih pulang dari lokasi perundingan di Belarus untuk konsultasi. (BelTA) Perbesar

Pembicaraan awal antara Rusia dan Ukraina pada Senin (28/2) malam waktu setempat berakhir tanpa hasil alias buntu. Kedua delegasi memilih pulang dari lokasi perundingan di Belarus untuk konsultasi. (BelTA)

HARIANRAKYATACEH.COM – Pembicaraan awal antara Rusia dan Ukraina pada Senin (28/2) malam waktu setempat berakhir tanpa hasil alias buntu. Kedua delegasi memilih pulang dari lokasi perundingan di Belarus untuk konsultasi.

Anggota delegasi Ukraina, Mihailo Podolyak, mengatakan pihaknya sedang mengupayakan gencatan senjata di Ukraina dan mengakhiri permusuhan. Para pihak mengidentifikasi sejumlah topik prioritas untuk mencari solusi.

“Untuk mendapatkan beberapa peluang implementasi dan solusi logistik, para pihak kembali ke ibu kota mereka untuk berkonsultasi,” kata Podolyak seperti dilansir The New York Times.

“Kremlin ingin tuntutan keamanannya diperhitungkan tanpa syarat,” kata Presiden Vladimir Putin kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, saat pembicaraan sedang berlangsung.

Itu termasuk pengakuan kedaulatan Rusia atas Krimea, dan demiliterisasi dan denazifikasi negara Ukraina dan memastikan status netralnya. Artinya Putin tetap mendesak Ukraina melepaskan hak untuk bergabung dengan aliansi NATO.

Mantan menteri kebudayaan yang memimpin delegasi Rusia, Vladimir Medinsky, mengatakan bahwa pihak-pihak tersebut telah menemukan poin-poin tertentu di mana sudah memprediksi posisi yang sama. Dia mengatakan pertemuan berikutnya akan berlangsung sekali lagi di sepanjang perbatasan Ukraina-Belarus dalam beberapa hari mendatang.

Setelah pertemuan berakhir, Podoloyak mengkritik pihak Rusia dalam sebuah tweet. Ia menyesalkan serangan masih dilakukan.

“Sayangnya, pihak Rusia masih sangat bias mengenai proses destruktif yang diluncurkannya,” katanya.

Pada Senin (28/2), puluhan orang tewas dan lebih banyak lagi yang terluka dalam serangan roket Rusia di kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv. Saat tersiar kabar bahwa negosiasi telah selesai pada hari itu, ledakan juga terdengar di Kiev.

Sementara pembicaraan sedang berlangsung, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani aplikasi untuk keanggotaan di Uni Eropa. Sebelumnya pada hari itu, dalam pidato yang berapi-api, dia mendesak 27 anggota blok untuk membuka jalan cepat menuju aksesi.

“Kami memohon kepada Uni Eropa agar Ukraina segera bergabung di bawah prosedur khusus yang baru,” kata Zelensky dalam siaran video dari Kiev.

“Tujuan kami adalah untuk berdiri bersama semua orang Eropa dan yang paling penting, untuk berdiri di level mereka,” kata Zelensky.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

WHO : Bencana Kemanusiaan di Sudan Semakin Memburuk, Harus Segera Diatasi

17 July 2024 - 15:11 WIB

Dua Dosen UIN Ar Raniry Diundang Seminar di Thammasat University Bangkok, Thailand

12 July 2024 - 17:45 WIB

Israel Bikin Murka PBB dan Kelompok Kemanusiaan Setelah Menghancurkan Terowongan Gaza

12 July 2024 - 16:03 WIB

Tega! Israel Buang Limbah ke Aliran Mata Air yang Digunakan Warga Palestina untui Minum

2 July 2024 - 15:57 WIB

Rumah Sakit di Gaza Tutup Akibat Krisis Bahan Bakar

1 July 2024 - 14:45 WIB

Fachrul Razi Bertemu Ketua Harian DPP Gerindra Prof Sufmi Dasco di Korea Selatan

1 July 2024 - 11:39 WIB

Trending di INTERNASIONAL