Warga Langsa Timur Krisis Air Bersih

Kantor Unit Boster PDAM Kecamatan Langsa Timur di Gampong Sungai Lueng. Rakyat Aceh/Bahtiar H.

LANGSA (RA) – Ratusan pelanggan PDAM di Kecamatan Langsa Timur mengalami krisis air bersih. Akibatnya pelanggan terpaksa membeli air bersih curah dari pengecer menggunakan jeringen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Minggu (6/3).
Bahkan, beberapa pelanggan juga terpaksa menggali sumur tanah untuk mendapatkan air demi memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Zulfikar (44) salah seorang pelanggan PDAM di Gampong Sungai Lueng, Langsa Timur mengatakan, krisis air bersih PDAM ini telah dialaminya sejak akhir Desember 2021 lalu. Dirinya mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak PDAM unit Langsa Timur yang berada di Gampong Sungai Lueng, namun sampai saat ini belum ada solusi untuk mendapatkan air bersih PDAM.

“Kita sangat kecewa dengan pelayanan suplai air bersih PDAM Langsa, pasalnya di negeri yang memiliki air berlimpah, tapi kita tidak mendapatkan suplai air bersih. Ironisnya lagi, ketika kita sedot menggunakan mesin pompa, tetap saja air bersih tidak keluar dari saluran pipa,” keluh Zulfikar.

Hal senada juga disampaikan oleh pelanggan lainnya Mustafa, menurutnya ketika disampaikan keluhan kepada pihak PDAM unit, Langsa Timur pihak PDAM berkilah bahwa suplai harus dilakukan pembagian ke daerah lain, sehingga air jadi berkurang.
“Saat kita keluhkan pihak PDAM mengatakan suplai air dilakukan sistim jatah pada jam tertentu. Tapi tetap saja ketika gilirannya, suplai air yang keluar sangat kecil dan itu pun hanya 5 sampai 10 menit,” sebut Mustafa.

Atas kondisi tersebut, pihaknya selaku pelanggan minta kepada pemerintah Kota Langsa untuk mencari solusi mengatasi krisis air bersih di Kecamatan Langsa Timur. Supaya masyarakat dapat menikmati layanan air bersih seperti biasanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama mandi, cuci dan kakus (MCK). (dai/rus).