Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 11 Mar 2022 16:31 WIB ·

Polres Bireuen Janji Usut Tuntas Kasus Investasi Bodong Aplikasi GSC


 Kasatreskrim Polres Bireuen, AKP Arief Sukmo Wibowo memberikan komentar kepada insan pers terkait kasus investasi bodong GSC di Mapolres setempat, Kamis (11/3) sore.
AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH Perbesar

Kasatreskrim Polres Bireuen, AKP Arief Sukmo Wibowo memberikan komentar kepada insan pers terkait kasus investasi bodong GSC di Mapolres setempat, Kamis (11/3) sore. AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Kepolisian Resort (Polres) Bireuen serius melakukan penyelidikan terkait kasus investasi bodong melalui Aplikasi Gate Solution Club (GSC) yang memakan korban hingga ratusan orang, dengan nilai miliaran rupiah.

Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardi Wirapraja SIK MH melalui Kasatreskrim, AKP Arief Sukmo Wibowo dalam siaran press releasenya kepada awak media, Jumat (11/3) mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendalami laporan sejumlah korban investasi bodong Aplikasi GSC.

“Kami sedang memproses penyelidikan laporan para korban. Akan terus kita usut hingga tuntas kasus tersebut dan sudah menjadi atensi Kapolres,” ujarnya.

Menurut Arief, pihaknya setelah menerima laporan dari para korban pada Sabtu 5 Maret 2022 kemarin, dan langsung dilakukan penyelidikan.

“Sudah kita mintai keterangan sejumlah korban. Pengusutan kasus dugaan investasi bodong GSC, akan kita lakukan sesuai prosedur. Sementara dalam proses penyelidikan, para penyidik tidak dapat diintervensi, baik oleh pelapor maupun terlapor,” tegasnya.

Disebutkan, kepolisian bekerja independen dalam mengusut kasus ini. Penyidik bekerja berdasarkan KUHAP dan Peraturan Kapolri tentang administrasi penyidikan dengan meminta keterangan saksi atau korban, termasuk meminta keterangan para saksi ahli nantinya.

Dalam proses penyelidikan ini, Polres Bireuen telah memeriksa 12 saksi. Mereka yang diperiksa diantaranya, dari pihak korban yang mengalami kerugian besar.

Seperti diketahui, GSC merupakan salah satu aplikasi investasi fiktif yang menjanjikan keuntungan lebih besar apabila melakukan investasi di aplikasi tersebut. Namun tidak terdaftar di OJK dan sudah 2 tahun beroperasi dikalangan masyarakat. Aplikasi GSC ini, mulai macet dan berhenti sejak bulan Juni 2021 hingga sekarang.

Ratusan masyarakat Aceh, khususnya Bireuen mengalami kerugian besar. Akibatnya, mereka pernah diarahkan ke Polres Bireuen ketika ingin melakukan aksi ke rumah salah satu oknum bernama Muhammad yang menjadi top leader di investasi GSC, di salah satu desa Kecamatan Kutablang. Spontan, kasus tersebut diketahui polisi setempat hingga diarahkan ke Mapolres supaya tidak terjadi bentrok di lapangan.

Di Mapolres Bireuen, sempat terjadi mediasi antara Muhammad dengan para perwakilan dari pendemo yang merupakan korban, sehingga kasus tersebut terkesan hilang dan dibiarkan begitu saja. Namun sekarang ini, kasus tersebut kembali merebak ke publik setelah perjanjian mediasi tidak berjalan sesuai kesepakatan dan Polres Bireuen berjanji akan mengusut tuntas kasus GSC tersebut. (akh)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Amal Hasan: Perlu Dukungan Regulasi Untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif di Aceh Jaya

23 July 2024 - 15:09 WIB

Said Mulyadi-Saiful Anwar Kantongi SK Cabup-Cawabup Dari PKB

23 July 2024 - 13:50 WIB

Aktifkan Saka Melalui Pelatihan Jurnalistik

23 July 2024 - 08:14 WIB

Jika Terpilih Bupati, Ayah Wa Siap Jalankan Program Penting Demi Aceh Utara

22 July 2024 - 17:35 WIB

PT PIM Edukasi 500 Anak SD Bersama PDGI

22 July 2024 - 16:40 WIB

LSM Garis Merah Ancam Gelar Aksi Jika Badan Kehormatan Dewan Tidak Segera Bertindak

22 July 2024 - 15:26 WIB

Trending di DAERAH