Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NANGGROE TIMUR · 17 Mar 2022 17:31 WIB ·

GeRak Fasilitasi PPDI Bireuen Gelar Muker Pertama


 Koordinator Program Democracy Resilience (Demres) dari GeRAK Aceh, Murni M Nasir memberikan arahan kepada penyandang disabilitas di Aula Panti Jompo, Desa Cot Bada, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (17/3).
AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH Perbesar

Koordinator Program Democracy Resilience (Demres) dari GeRAK Aceh, Murni M Nasir memberikan arahan kepada penyandang disabilitas di Aula Panti Jompo, Desa Cot Bada, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (17/3). AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA)- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) memfasilitasi Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten Bireuen untuk menggelar musyawarah kerja (muker) pertama di Aula Panti Jompo, Desa Cot Bada, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (17/3).

Amatan media ini, usai acara ceremonial berlangsung, para penyandang disabilitas di ajak diskusi guna membahas persoalan yang dialami selama ini, serta mencari solusi terbaik atas keluhan mereka.

Wahyudi, salah seorang penyandang disabilitas mengaku, sudah pernah meminta ke pihak Dinas Sosial (Dinsos) Bireuen untuk diberikan kaki palsu agar bisa beraktivitas sehari-hari.

“Saya tidak mau berdiam diri walaupun dalam kondisi seperti ini, tetap harus beraktivitas seperti manusia normal. Kaki palsu sangat diperlukan, sehingga sudah pernah saya minta ke pihak dinas. Semoga kedepannya dapat terpenuhi,” pintanya.

Sementara penyandang disabilitas yang lain, Nurasiah juga mengeluh terkait  Pelayanan ramah disabilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen. Ia menyesalkan kondisi parkiran yang tidak berpihak kepada penyandang disabilitas.

“Kami sering ke rumah sakit dr Fauziah untuk berobat. Namun tidak ada keberpihakan kepada penyandang disabilitas, terutama di parkiran. Kami hurus parkir seperti manusia normal, padahal itu sangat berat bagi kami yang sakit. Belum lagi dari parkiran menuju ke ruang pengobatan, sangat susah,” keluhnya.

Ia meminta kepada pihak rumah sakit, untuk disediakan tempat atau parkiran khusus bagi penyandang disabilitas, supaya dapat mudah berobat.

Sementara itu, Koordinator Program Democracy Resilience (Demres) dari GeRAK Aceh, Murni M Nasir dalam arahannya mengatakan, keberadaan PPDI di Bireuen sudah 3 tahun lamanya. Namun, penyandang disabilitas seperti hilang arah karena minimnya perhatian dari pemerintah.

“Tujuan digelarnya munsyawarah kerja bagi penyandang disabilitas, guna membahas rencana kerja yang akan dilakukan kedepan. Semua kita punya hak yang sama dimata hukum, kebijakan yang diambil juga harus ada keterlibatan bersama, termasuk penyandang disabilitas. Mereka juga punya hak akan semua itu,” pungkasnya. (akh)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Sambut HUT Persit, Kodim 0111/Bireuen Gelar Donor Darah

26 February 2024 - 17:35 WIB

RKDG Smart Cempaka Conektion Laksanakan Pelatihan Literasi Digital

25 February 2024 - 19:47 WIB

Sambut HUT Persit Ke-78, Korem 011/LW Sumbang 207 Kantong Darah

21 February 2024 - 19:30 WIB

Pemko Lhokseumawe Resmikan Pusat Kuliner di Muara Satu

20 February 2024 - 17:34 WIB

IAIN Langsa Resmi Buka Prodi Profesi Guru (PPG) Keagamaan

17 February 2024 - 18:21 WIB

Forum Dai Milenial Pidie Rayakan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

16 February 2024 - 21:58 WIB

Trending di NANGGROE TIMUR