Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METROPOLIS · 22 Mar 2022 15:03 WIB ·

Vaksin Memutuskan Mata Rantai Penyebaran Covid – 19 di Sekolah


 Para siswa SMA Negeri 1 Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, sedang mengikuti PTM dengan prokes yang ketat. (Foto/zul nagan) Perbesar

Para siswa SMA Negeri 1 Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, sedang mengikuti PTM dengan prokes yang ketat. (Foto/zul nagan)

PEMBERLAKUKAN Protokol Kesehatan (Prokes) saat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM), sesuai dengan anjuran pemerintah, disambut antusias oleh para siswa, guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Seunagan. COVID-19 memang belum benar-benar berakhir, namun para siswa terlihat cukup bersemangat mengikuti pelajaran.

Di SMA Negeri 1 Seunagan, untuk melindungi para siswa, guru dan tenaga kependidikan dari ancaman COVID-19, pihak sekolah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah melalui Dinas Pendidikan Aceh.

Kepala SMAN 1 Seunagan, Zulkifli Is, menambahkan, untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 di sekolah, para pelajar telah menjalani vaksinasi, baik dosis pertama maupun dosis kedua.

Dari 516 pelajar di SMAN 1 Seunagan tersebut, yang telah vaksin pertama sebanyak 483 pelajar atau 83 persen. Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua sebanyak 293 siswa yang telah divaksin atau 57 persen.

Untuk sisa pelajar yang belum divaksin baik dosis pertama dan kedua, pihaknya terus melakukan percepatan vaksinasi, agar dapat mencapai 100 persen angka vaksinasinya. Sedangkan bagi siswa yang memiliki riwayat penyakit, pihaknya meminta bukti diagnosa dari dokter RSUD-SIM kabupaten tersebut.

Dengan telah dilakukan vaksinasi tersebut, pelajar bisa merdeka dalam pembelajaran secara tatap muka, Namun demikian pelajar juga diwajibkan untuk mematuhi melaksanakan prokes, antara lain memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta pengecekan suhu tubuh setiap hari, ujar Zulkifli Is.

Kata Zulkifli, sebelum pandemi COVID-19 berakhir, SMAN 1 Seunagan tetap memberlakukan prokes secara ketat. Dengan memperketat prokes, pelajar akan bebas dari ancaman penyebaran wabah penyakit yang mematikan tersebut, ungkapnya.

Sementara Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Nagan Raya, H.Hajidam menambahkan, untuk sekolah tingkat atas dalam lingkup Pemerintah Aceh, tetap menjalankan anjuran pemerintah dalam mematuhi protokol kesehatan.

Lancarnya pembelajaran tatap muka di Kabupaten Nagan Raya itu tak lepas dari kepatuhan dewan guru serta pelajar, dalam menjalankan protokol kesehatan. Dengan mematuhi prokes, PTM di Kabupaten Nagan Raya berjalan dengan lancar, serta pelajar terlindungi dari ancaman terpapar COVID-19 tersebut, pungkasnya.

Hajidam berharap, pembelajaran tatap muka bisa terus dipertahankan tanpa ada kendala apa pun di kemudian hari. Sebagaimana pesan Kadis Pendidikan Aceh, Alhudri, semua satuan pendidikan dan tenaga kependidikan harus bekerjasama untuk menyukseskan PTM dan harus bisa memaksimalkan pembelajaran tatap muka untuk mengisi ketertinggalan materi pelajaran di masa sebelumnya akibat pandemi COVID-19.

Sementara itu, para siswa juga mengaku, lebih menyukai pembelajaran tatap muka karena materi yang disampaikan secara langsung oleh guru lebih efektif dan mudah dipahami.

Kamalya Ulfa, salah satu pelajar SMAN 1 Seunagan kelas XII MIPA 1, Senin (21/3/2022), mengaku,belajar tatap muka lebih efektif ketimbang pembelajaran daring yang lebih banyak dilakukan pada awal mulanya pandemi COVID-19.

Menurutnya, pada saat pembelajaran daring, dia mendapat banyak kendala untuk memperoleh pengetahuan dari guru secara maksimal. Belum lagi dia sering mengalami sinyal internet kurang bagus dan hal lain yang membuat belajar daring menjadi tidak efektif, ujarnya.

Apalagi dia tidak lama lagi akan mengikuti UAS serta UAN nantinya. Untuk itu, belajar tatap muka lebih baik dari pada daring. Jika dalam pembelajaran tatap muka dia kurang memahami materi pelajaran yang diajarkan, dia dapat bertanya langsung kepada guru yang bersangkutan.

“Tentunya PTM lebih fokus dan lebih mudah berinteraksi antara guru dengan pelajar. Sedangkan belajar secara daring itu kurang efektif dan banyak pelajar yang lalai, sehingga hubungan dengan guru tidak terjalin secara baik karena kurangnya interaksi langsung,” ujarnya.

Oga Umar Dani, salah seorang guru mata pelajaran sejarah di SMAN 1 Seunagan juga mengatakan, penerapan PTM tersebut sesuai dengan surat edaran Mendikbud melalui Dinas Pendidikan Aceh, tetapi harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, kata Oga Umar Dani, untuk merdeka pelajar dalam belajar tatap muka itu, sekolah juga melakukan pengecekan suhu tubuh bagi setiap siswa dan guru saat masuk perkarangan sekolah.

Kata Oga, belajar secara tatap muka dapat menunjang kemampuan para siswa, khususnya pelajar yang memasuki tahun akhir di SMAN 1 Seunagan tersebut. Dari antusias siswa, kata dia, terlihat bahwa PTM lebih efektif dari belajar secara daring. (Adv)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PNL dan Konsorsium Sukses Gelar FGD Finalisasi Roadmap Tenaga Kerja dan Inovasi Berbasis Potensi Daerah

12 July 2024 - 16:00 WIB

Jelang Pilkada, Kaops NCS Polri Beri Arahan di Polda Aceh: Junjung Tinggi Persatuan dan Kesatuan Bangsa

12 July 2024 - 10:34 WIB

Mencari Sastra dan Budaya Aceh yang Hilang! Prodi KSB ISBI Aceh Gelar “Duek Pakat Kaji Sastra”

11 July 2024 - 21:32 WIB

Pengembangan Jaringan, Kini Jangkauan IM3 di Aceh Semakin Luas dan Stabil

11 July 2024 - 20:20 WIB

Atasi Kekeringan di Aceh Besar, Bangun Sumur Bor

11 July 2024 - 17:00 WIB

Dirsamapta Polda Aceh Pimpin Apel Pagi di Mapolda Aceh

11 July 2024 - 16:32 WIB

Trending di METROPOLIS