Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 26 Mar 2022 09:26 WIB ·

Warga Lhok Duek Mimpikan Jembatan


 Foto : Siswa Gampong Sarah Panyang, Gampong Sarah Panyang, yang bersekolah di SDN 28, yang berlokasi di Dusun Lhok Duek, gampong setempat terpaksa mengarungi sungai dengan lebar 120 meter untuk pulang dan pergu sekolah setiap hari. Rakyat Aceh/Ikhsan. Perbesar

Foto : Siswa Gampong Sarah Panyang, Gampong Sarah Panyang, yang bersekolah di SDN 28, yang berlokasi di Dusun Lhok Duek, gampong setempat terpaksa mengarungi sungai dengan lebar 120 meter untuk pulang dan pergu sekolah setiap hari. Rakyat Aceh/Ikhsan.

MEUREUDU (RA) – Masyarakat Dusun Sarah Panyang, Gampong Sarah Panyang, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, sangat mendambakan pembangunan jembatan di gampong tersebut untuk memudahkan aktifitas sehari-hari.
Pasalnya, warga maupun siswa terpaksa harus mengarungi sungai saban hari dan ancaman keselamatan setiap saat mengintai.

Gampong Sarah Panyang yang berada di pedalaman arah selatan dari pusat Kecamatan Bandar Baru itu, berpenduduk 100 KK lebih. Manyoritas penduduk di gampong asal Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas itu adalah petani dan pekebun.

Para siswa Sekolah Dasar (SD) Gampong Sarah Panyang, SDN 28 Bandar Baru adalah sekolah terdekat yang dijangkau oleh anak-anak di gampong tersebut, yang lokasi terletak lebih kurang 100 meter dari sungai Krueng Jiem-jiem. Sekolah itu berada di dusun Lhok Duek, Gampong Sarah Panyang.
Lebar bentang sungai Krueng Jiem-jiem yang membelah pedalam kecamatan bamdar Baru tersebut, mencapai 120 meter. Dusun Saràh Panyang berada sebelah selatan sungai tersebut. Untuk mengakses sekolahnya baik siswa tingkat SD maupun SMP dan SMA serta masyarakarat yang beraktifitas sehari-hari, harus mengarungi sungai itu saban hari.

Jika dalam kondisi hujan seperti sekarang ini, debit air sungai yang berhulu ke kuala Pante Raja tersebut sangat tinggi, dan warga untuk pergi dan pulang dari dan ke pusat kecamatan maupun aktivitas lainnya harus memutar haluan via gampong Jiem-jiem yang memiliki jarak cukup jauh atau via Cubo yang jaraknya juga hampir sama.

Sedangkan para siswa jika debit air sungai tinggi, terpaksa tidak bersekolah sekitar satu dua hari, karena tidak bisa menyebrangi sungai. Jika pun harus sekolah, orang tua siswa harus mengambil resiko dengan memikul anak mengarungi sungai yang dijadikan sebagai tempat pengambilan material secara illegal itu.

“Jika airnya lagi tinggi, anak-anak harus sekolah, kami terpaksa harus ambil resiko untuk mengantar anak kami untuk dapat bersekolah di seberang sungai,” ungkap salah seorang warga, Syukri.
Kondisi warga tersebut mengarungi sungai untuk berkaktifitas sehari-hari sudah berlangsung puluhan tahun, paska rubuhnya jembatan gantung di sungai tereebut. Dan warga sangat mendambakan jembatan dapat dibangun kembali untuk memudahkan dan memangkas jarak warga dalam berkatifitas maupun siswa bersekolah.

“Sebenarnya Pembangunan jembatan di sini sudah sangat dibutuh warga. Selain memperpendek jarak tempuh, juga sebagi ikhtiar keselamatan warga dan anak-anak bersekolah,” harap Keuchik Gampong Sarah Panyang, Nadjeubi.
Pada tahun 2021 lalu, Pemkab Pidie Jaya, melakukan perkuatan tebing sungai di Lhok Duek, Gampong Sarah Panyang dengan menggunakan material batu gajah. Anggaran perkuatan tebing tersebut mencapai Rp 1 miliar lebih.

Tetapi, tanda-tanda dibangunnya jembatan sebagaimana harapan warga pada tahun 2022 ini belum tampak sama sekali. Cuma, pada tahun ini, Pemkab Pidie Jaya, melalui Dinas Pekerjaan Umum hanya melakukan perencanaan pembangunan jembatan di atas sungai yang berlebar kurang lebih 120 meter tersebut.

“Tidak ada pembangunan jembatan di Lhok Duek tahun ini. Tahun ini kita buat perencaan untuk pembangunan jembatan gantung di sana,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Jaya, Orizal Safitri kepada Rakyat Aceh, Selasa (22/3) kemarin.

Pembuatan perencanaan pembangunan jembatan gantung itupun kata dia, bukanlah pertanda ada anggaran dari daerah, tetapi sebagai syarat untuk mendapatkan pendanaan pembangunan dari Kementerian PU di pusat. Sebab berdasarkan informasi, di Kementerian ada anggaran untuk pembangunan jembatan gantung.

“Perencanaan yang kita anggarakan tahun ini, untuk kita usulkan anggaran ke kementerian. Karena di kementerian, harus ada DED sebagai syarat utama disetujui anggaran. Jika DED tidak ada, dianggap kita tidak serius. Mudah-mudahan tahun depan terealisasi pembangunannya,” tutur Ori mengakhiri. (san/rus).

 

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PT PIM Edukasi 500 Anak SD Bersama PDGI

22 July 2024 - 16:40 WIB

LSM Garis Merah Ancam Gelar Aksi Jika Badan Kehormatan Dewan Tidak Segera Bertindak

22 July 2024 - 15:26 WIB

Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang, Beri Tumpeng Hari Bhakti Adhyaksa Ke 64,

22 July 2024 - 12:46 WIB

Aktivis Desak Oknum Dewan Main Serong Diberhentikan

22 July 2024 - 12:26 WIB

Pimpin Apel Gabungan, Pj Bupati Aceh Utara Launching Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

22 July 2024 - 10:46 WIB

KIP Lhokseumawe Gelar Peluncuran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota

22 July 2024 - 09:37 WIB

Trending di DAERAH