Tour de Aceh Perkenalkan Pesona Danau Lut Tawar Nan Mempesona

Pelepasan peserta Tour de Aceh di halaman Sekdakab setempat. Foto Jurnalisa

TAKENGON – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Parawisata biasa juga disebut tanah rencong, terus memulai memperkenalkan olahraga wisata di beberapa kawasan wisata di Aceh termasuk Takengon, Aceh Tengah.

Olahraga bersepeda yang telah ada sejak jaman dahulu terus berkembang dan banyak diminati masyarakat luas.

Sebelum ini kegiatan bersepeda mengelilingi Danau Lut Tawar juga pernah dengan “Tema Tour de Gayo” yang sukses dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwsiata Aceh.

The Light of Aceh (Cahaya Aceh) yang terus di gemakan Disbudpar Aceh. Seperti disampaikan T. Hendra Faisal kegiatan pengenalan wisata di Aceh dengan lokasi pertama Aceh Tengah dengan panorama keindahan alamnya harus dan wajib diketahui masyarakat luas.

“Pesona Aceh Tengah fan alam serta masyarakatnya sangat luar biasa. Pecinta pesepeda dari luar harus tahu dan merasakan magnet wisata Gayo,” ujar Faisal usai pelepasan Tour de Aceh dihalaman sekdakab setempat.

Faisal juga sempat merinci jumlah peserta Tour de Aceh kali ini disampaikan peserta dari Jakarta, lain itu seorang Bloger dan pecinta sepeda dari beberapa provinsi dan kabupaten.

“Kita terus berupaya memancing minat wisatawan luar untuk mengunjungi objek-objek wisata di Aceh, dengan harapan kedepan mereka membawa anggota keluarga dan kerabat untuk berlibur,” harap Faisal, (14/5).

Bupati Shabela Abubakar berkesempatan melepas peserta Tour de Aceh didampingi Sekda Subhandhy, Kadis Pariwisata Takengon Jumadil Enka, Waka Polres Kompol Edwin Aldro dan Kabid Hedra Faisal.

Harapan Shabela Abubakar kegiatan ini bisa menyentuh masyarakat gayo dan membuka ruang wisatawan luar untuk berkunjung ke Aceh Tengah. “Kita sangat terbuka dengan siapapun yang membuat kegiatan di Takengon ini, dengan kegiatan ini ekonomi rakyat akan tergerak dan bergerak, dalam pemulihan ekonomi usai pandemi ini,” kata Shabela Abubakar.

Bupati Aceh Tengah mengajak masyarakat luar jangan kapok datang ke Aceh Tengah. “Wisata kami masih membutuhkan masukan dan saran agar semua bisa bergerak seperti harapan bersama untuk kemajuan Aceh Tengah dan Aceh secara umum,” ungkap Shabela Abubakar.

Melepas para Tour de Aceh sebanyak 83 peserta akan menjajal indahnya Pesona Danau Lut Tawar kebangaan masyarakat Aceh. Danau dengan luas 5.472 hektar dengan jarak tempuh sekitar 1 jam lebih. Danau Lut Tawar disebagian sisi dikelilingi pohon pinus yang berhembus menambah keindahan lain, perjalanan di Gayo wilayah tengah itu.

Pandemi yang menghantui kita semua selama hampir tiga tahun belakangan ini membuat sektor wisata sempat mati suri, tak berdaya. Namun hari ini semua sektor Tengah bergerak untuk menata ekonomi rakyat dengan berbagai kegiatan, agar nafas parawisata Aceh, akan bangkit sesuai dengan cita-cita dan harapan kita bersama. (jur)