PMK Meningkat, Pasar Hewan Ditutup Dua Pekan

Aparat keamanan berjaga di lokasi saat penutupan Pasar Hewan Sibreh, Aceh Besar, Rabu (25/5) kemarin. (al amin/rakyat aceh)

ACEH BESAR (RA) – Semakin merebaknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak masyarakat Aceh Besar membuat pemerintah setempat mengambil kebijakan menutup sementara tiga pasar hewan yang ada di wilayah tersebut.

Dikatakan Kadis Pertanian Kabupaten Aceh Besar Jakfar, tiga pasar hewan yang ditutup sementara, yaitu pasar hewan di Sibreh, pasar hewan di Cot Irie dan pasar hewan di Seulimum.

“Kasus PMK tercatat mencapai 438 kasus. Dari jumlah itu, 69 ekor di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan tujuh ternak lainnya mati,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Aceh Besar, Firdaus, kebijakan menutup sementara pasar hewan yang ada dalam wilayah Aceh Besar untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular lewat virus PMK pada hewan.

“Penyebaran PMK (Penyakit mulut dan Kuku) semakin meningkat baru-baru ini, sehingga sebagai langkah antisipasi penyebaran lebih tinggi dan penyembuhan maka ternak harus dikarantina,” ujar Firdaus selaku Kabid Peternakan dan Keswa, Rabu (25/5).

Penutupan sementara pasar hewan dalam wilayah Aceh Besar akan dilakukan selama 2 (dua) pekan dan selanjutnya akan dilakukan evaluasi melihat perkembangan penyebaran virus tersebut.

“Kita berharap kebijakan ini dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus ini sehingga peternak dapat kembali melakukan aktivitasnya apalagi menjelang hari raya Qurban yang sangat banyak permintaan hewan Qurban,” tutupnya

Di Pasar Hewan Sibreh, Suka Makmur, salah satu yang telah ditutup. Pasar ini merupakan pusat jual beli ternak sapi, kambing dan kerbau terbesar di Aceh.

Para pedagang datang dari berbagai kabupaten/kota untuk bertransaksi di pasar yang hanya berlangsung setiap hari Rabu.

Kapolsek Suka Makmur, Ipda Bambang Perlis ditemui di lokasi kepada wartawan mengatakan, kehadiran pihak kepolisian sebagai pengamanan kebijakan dikeluarkan Pemkab Aceh Besar.

“Kehadiran Kami hanya membantu penutupan, sesuai arahan pemerintah daerah karena dampak meningkatnya kasus PMK,” kata Ipda Bambang Perlis

Menurutnya, sebelum penutupan pihaknya telah melakukan sosialisasi dan pemberitahuan baik di pasar maupun di kampung-kampung melalui petugas. “Berapa lama akan ditutup, kami belum tahu, tergantung kebijakan pemerintah daerah,” kata Bambang. (mag-90/min)