Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 23 Jul 2022 16:07 WIB ·

Kerupuk Mulieng Aceh dari Buah Melinjo Mampu Tembus Pasar Australia


 Pedagang emping menata dagangnya di pasar Beureunuen, Kabupaten Pidie, Aceh. (ANTARA) Perbesar

Pedagang emping menata dagangnya di pasar Beureunuen, Kabupaten Pidie, Aceh. (ANTARA)

Harianrakyataceh.com – Kerupuk mulieng dari buah melinjo produk usaha kecil menengah dan mikro (UMKM) di daerah Aceh mampu menembus pasar Australia. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh Safuadi.

Safuadi mengatakan saat ini sudah ada distributor kerupuk mulieng yang siap memasarkan kerupuk melinjo tersebut di Australia. Pusat distributornya ada di Kota Sydney.

“Walau jumlah yang diekspor belum begitu banyak, namun permintaan pasar kerupuk melinjo produk UMKM Aceh ke Australia sudah ada. Kami siap memfasilitasi UMKM yang ingin ekspor, seperti kerupuk mulieng,” kata Safuadi di Banda Aceh kemarin.

Untuk tahap awal, kata Safuadi, jumlah produk yang dikirim sebanyak 75 kilogram per bulan. Ke depan diharapkan akan meningkat setiap bulannya. Sebab, produk yang dipasarkan ini masih mentah, belum dimasak.

“Tentu butuh waktu bagi konsumen di Australia untuk mengkonsumsinya karena harus dimasak terlebih dahulu. Sebab, kerupuk melinjo yang diekspor ke Australia tersebut belum siap makan.

Safuadi mengatakan pihak distributor menyatakan akan memasarkan kerupuk produk UMKM Aceh tersebut ke kota-kota di seluruh Australia. Saat ini, respons pasar Australia terhadap kerupuk tersebut cukup baik.

Dan ini, kata Safuadi, merupakan kesempatan bagi UMKM membuka pasar di Australia untuk produk lainnya, seperti bumbu makanan, suvenir, komoditas pertanian dan perkebunan serta lainnya.

“Kami akan memfasilitasi UMKM yang berkeinginan menjual produknya keluar negeri. Ada beberapa UMKM sudah melakukan seperti ekspor bumbu masakan Aceh ke Denmark dan lainnya,” kata Safuadi. (ANT/rif)

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Sri Wahyuni Guru MAN 6 Aceh Utara Menulis Buku Cerita Anak Dua Bahasa

20 February 2024 - 17:58 WIB

Pj Bupati Pidie Resmi Buka Program TMMD Reguler Ke-119 Kodim 0102/Pidie di Tangse

20 February 2024 - 14:26 WIB

Parah! Tumpukan Sampah Berserakan di Sejumlah Titik di Kota Lhokseumawe

19 February 2024 - 18:21 WIB

Abu Yusri Wally Isi Ceramah Isra Mi’raj di Guhang

19 February 2024 - 11:36 WIB

Usai Pesta Rakyat Pemilu 2024, Harga Cabe dan Telor Naik di Lhokseumawe

15 February 2024 - 14:01 WIB

H+1 TPS di KP3 Lhokseumawe Masih Kerja

15 February 2024 - 10:06 WIB

Trending di DAERAH