Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 29 Jul 2022 11:01 WIB ·

FKUB Aceh Gelar Dialog Penguatan Toleransi Beragama


 Ketua FKUB Aceh HA Hamid Zein, ketika menyampaikan materi pada kegiatan penguatan kapasitas bersama mitra strategis di Meulaboh, Kamis (28/7). FOTO: IST/RAKYAT ACEH Perbesar

Ketua FKUB Aceh HA Hamid Zein, ketika menyampaikan materi pada kegiatan penguatan kapasitas bersama mitra strategis di Meulaboh, Kamis (28/7). FOTO: IST/RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh melaksanakan dialog penguatan kapasitas bersama mitra strategis di Kabupaten Aceh Barat, Kamis (28/7).

Salah satu pembicara dalam dialog yang sangat penting tersebut adalah Ketua FKUB Aceh HA Hamid Zein.

Mantan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Aceh tersebut menyampaikan jika Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari berbagai suku, agama dan ras, tetapi dikenal sebagai bangsa yang ramah dan toleran, termasuk dalam hal kehidupan beragama.

Kemajemukan (pluralisme) agama di Indonesia telah berlangsung lama dan lebih dahulu dibandingkan dengan di negara-negara di dunia pada umumnya. Hanya saja, dalam beberapa tahun terakhir ini (terutama sebelum 2014) terjadi sejumlah peristiwa yang menunjukkan perilaku keagamaan sebagian masyarakat Indonesia yang tidak atau kurang toleran.

Di Aceh memiliki keberagaman suku, agama dan ras serta budaya yang diikat dalam suatu kebhinekaan Aceh.

ìSecara khusus di Aceh sudah ada regulasi yang diatur dalam undang undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Sebagai aturan pelaksana dari UUPA tersebut, sudah ditetapkan Qanun Aceh Nomor 8 tahun 2014 tentang Pokok-Pokok Syariat Islam,î ujarnya.

Dalam kaitan ini, kata Hamid Zein, yang berkaitan dengan kerukunan hidup antar umat beragama dan moderasi beragama sudah diatur dalam sejumlah regulasi, antara lain Pasal 4 Ayat (1) : Syariat Islam dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi pada setiap tingkatan Pemerintahan di Aceh.

Bahkan pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota menjamin kebebasan, membina kerukunan, menghormati nilai nilai agama yang dianut oleh umat beragama dan melindungi sesama umat beragama untuk menjalankan hidup keseharian dan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. (slm/bai)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Peringati Tahun Baru Islam, Ini Pesan Danrem Lilawangsa untuk Prajurit TNI

11 July 2024 - 19:55 WIB

Kodim 0102/Pidie Terima Kunjungan Kerja Tim Pengawasan Teknis Teritorial Irpusterad

10 July 2024 - 12:23 WIB

H.Fathani Khitan Puluhan Anak Yatim dan Anak Dhuafa di Lhokseumawe

9 July 2024 - 19:41 WIB

Kontingen Bireuen Sudah Kantongi Tiga Medali Emas di POPDA XVII Aceh Timur

9 July 2024 - 19:25 WIB

Danrem Ali Imran: Dukung Popda Aceh XVII, Rubah Pola Generasi Muda Jadi Berprestasi

8 July 2024 - 13:38 WIB

Sekretariat KIP Dukung Penuh Kelancaran PUSS

7 July 2024 - 17:18 WIB

Trending di DAERAH