Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NASIONAL · 3 Aug 2022 13:57 WIB ·

Bareskrim Blokir 843 Rekening Terkait ACT


 Ilutrasi Logo ACT. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com Perbesar

Ilutrasi Logo ACT. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

HARIANRAKYATACEH.COM – Bareskrim Polri menemukan 843 rekening dalam upaya mengungkap kasus Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dalam ratusan rekening itu diduga terdapat aliran dana hasil dari kejahatan berupa penggelapan. Semua rekening tersebut kini telah diblokir.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Nurul Azizah menyatakan, semua rekening itu merupakan milik empat tersangka, rekening Yayasan ACT, dan rekening perusahaan yang memiliki afiliasi dengan ACT. ”Pemblokiran dilakukan sesuai dengan kewenangan penyidik dalam Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” jelasnya.

Di antara 843 rekening tersebut, saat ini dilakukan klarifikasi terhadap 777 rekening ke Kementerian Sosial (Kemensos). Klarifikasi itu ditujukan untuk mengetahui rekening mana yang terdaftar dan tidak terdaftar di Kemensos.

Sebelumnya, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, sejak 2005 hingga 2020, ACT menerima donasi sekitar Rp 2 triliun. Donasi Rp 450 miliar di antaranya diduga digelapkan ACT. ”Ini 25 persen dari total donasi,” katanya.

Dia menjelaskan, ACT membuat kebijakan dengan memotong sebanyak 20 persen hingga 30 persen setiap donasi. Uang hasil pemotongan itu digunakan untuk berbagai hal. Mulai membiayai operasional, anak perusahaan, hingga sebuah koperasi. ”Ada koperasi juga,” ujarnya.

Salah satu program donasi yang dipangkas adalah bantuan Boeing untuk keluarga korban penumpang pesawat Lion Air JT-610. Di antara Rp 138 miliar bantuan donasi itu, Rp 34 miliar dipotong ACT.

Bareskrim Polri resmi menahan empat tersangka petinggi Yayasan ACT. Yaitu, Ketua Dewan Pembina Ahyudin, Ketua Dewan Pembina Yayasan Novariadi Imam Akbari, anggota dewan pembina yayasan Heryana Hermai, dan Ketua Yayasan Ibnu Khajar. (jpg)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kabar Gembira! Pemerintah Siapkan Lowongan ASN Guru di Daerah Sebanyak 419.146 Formasi

27 February 2024 - 14:55 WIB

Motor Listrik jadi Materi Uji Baru Festival Vokasi AHM

23 February 2024 - 18:51 WIB

Deretan Negara yang Sudah Menerapkan Makan Siang Gratis, Indonesia Bakal Menyusul?

23 February 2024 - 15:04 WIB

BMKG Sebut Istilah Angin Puting Beliung dan Tornado Sama, tapi Kecepatan Anginnya Beda

22 February 2024 - 14:43 WIB

Prediksi Liverpool vs Luton Town, Tak Masalah Tanpa 3 Pilar di Anfield

21 February 2024 - 15:26 WIB

Gugatan terhadap Ketua DPR RI di mediasi oleh Pengadilan

21 February 2024 - 14:55 WIB

Trending di NASIONAL