Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 7 Aug 2022 17:47 WIB ·

Keluarga Merasa Dihambat untuk Bertemu, Kuasa Hukum Tersangka Pertanyakan Profesionalime Kejari Singkil


 Faisal Qasim, salah seorang kuasa hukum para tersangka Perbesar

Faisal Qasim, salah seorang kuasa hukum para tersangka

HARIANRAKYATACEH.COM – Kuasa hukum tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi di Singkil mempertanyakan sikap profesionalitas dan humanisme Kejaksaan Negeri Singkil yang tidak memberikan akses yang memadai untuk keluarga bertemu tersangka.

Mereka juga mempertanyakan keseriusan kejaksaan negeri Singkil terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal penumpang di Dinas perhubungan Singkil yang saat ini masih diproses di kejaksaan dan sudah memasuki tiga kali perpanjangan penahanan dan belum juga dilimpahkan ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Banda Aceh.

“Hingga kini kejaksaan belum jelas mau diapakan kasus ini. Jika memang sangkaan terhadap tersangka belum terpenuhi unsur pidana , lebih baik proses hukumnya dihentikan saja. Apalagi selama ini proses hukum terhadap mereka mencederai rasa keadilan bagi tersangka,” kata advokat Faisal Qasim, salah seorang kuasa hukum para tersangka, Minggu (7/8).

Sejak awal perlakuan Kejari Singkil tidak humanis karena ditutupnya akses tersangka bertemu keluarga dalam waktu yang lama, termasuk ketika salah seorang tersangka yang ditahan di Rutan Singkil, harus menjalani perawatan di Rumah sakit Umum Singkil. Bahkan situasi tersebut terus terjadi hingga saat ini.

Sementara itu, advokat Kasibun Daulay dan Nourman Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya sudah pernah minta atensi kejaksaan tinggi agar menegur dan mengawasi proses hukum yang sedabg ditangani Kejari Singkil tersebut.

“Sejak awal penetapan tersangka, kejaksaan negeri Singkil terlalu gegabah sampai ekspose di media massa dan sosial media secara besar-besaran.” Ucap Kasibun.

Menurut mereka, terkesan Kejari Singkil seolah sudah berhasil membongkar kejahatan nasional dengan kerugian negara yang maha dahsyat. Padahal mengacu kepada jumlah kerugian negara yang disangkakan, jika kasus ini sampai putusan dan harus kembalikan kerugian negara, masing masing tersangka hanya harus kembalikan 40 juta rupiah saja.

“Itupun kalau terbukti. Jika tidak terbukti maka kemerdekaan tersangka yang direnggut hingga kini harus dikembalikan dengan cara apa?” Tanya Faisal Qasim, advokat lain dalam kasus ini.

Menurut kasibun apa yang dilakukan oleh Kejari Singkil ini sudah terlalu melukai rasa keadilan. Ini contoh buruk penegakan hukum oleh kejaksaan negeri di Aceh. Padahal menurutnya slogan kejaksaan dalam ulang tahunnya yang ke-62, adalah salah satunya, penegakan hukum yang humanis. Apa yang dilakukan oleh kejaksaan negeri Singkil seolah membuyarkan semangat baru korp Adhiyaksa untuk menjadi terbaik dalam hal pelayanan dan sikap humanis.

“Ini kan sebelumnya Jaksa agung S Burhanuddin menegaskan bahwa warga Adhyaksa seluruhnya baik di pusat maupun di daerah, mengakhiri praktek penegakkan hukum yang tidak terpuji. Akan tetapi, kembangkan praktik penegakan hukum integral, yang dapat menjamin keadilan dan keamanan warga masyarakat, peradilan yang jujur dan bertanggung jawab, etis dan efesien, serta berpatokan pada hati nurani.
Namun arahan jaksa agung ini tidak dilaksanakan oleh Kejari Singkil” Pungkas kasibun lagi.

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil telah melakukan penahanan terhadap sembilan orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal penumpang Singkil 3 di Dinas Perhubungan Aceh Singkil tahun 2018, sejak tanggal 24 Mei 2022. Sembilan tersangka tersebut terdiri dari Mantan Kadis Perhubungan Singkil 2017-2022, Direktur CV Dewi Shinta, & tujuh orang lainnya adalah anggota Pokja di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setdakab Aceh Singkil. (ra)

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kunker ke Kodim Aceh Utara, Ini Pesan Danrem 011/Lilawangsa

27 February 2024 - 17:22 WIB

Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dan Warga Beungga Terus Kerja Keras Buka Jalan Pertanian

27 February 2024 - 13:24 WIB

Kolaborasi Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dengan Masyarakat Bersihkan Lingkungan Cegah Banjir dan Demam Berdarah

25 February 2024 - 09:05 WIB

Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry Banda Aceh Kunjungi Rumah Baca Inspirasi Cendekia di Wih Pesam

24 February 2024 - 13:58 WIB

Rencana Musprov Taekwondo Indonesia Aceh Diwarnai Protes Para Pengurus Kabupaten dan Kota

21 February 2024 - 14:58 WIB

Kejari Lhokseumawe Tuntut Hukuman Mati 8 Orang Terdakwa Narkoba

21 February 2024 - 13:31 WIB

Trending di DAERAH