Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 7 Aug 2022 17:01 WIB ·

Peringatan MoU Helsinki, Ketua DPRK Bireuen Ajak Warga Gelar Zikir dan Doa Bersama


 Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S Sos. Perbesar

Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S Sos.

BIREUEN (RA)- Dalam rangka menyambut 17 tahun perdamaian Aceh yang dikenang dengan sebutan MoU Helsinki, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Rusyidi Muhktar S Sos alias Ceulangiek mengajak Komite Peralihan Aceh (KPA) dan masyarakat Aceh, khususnya warga Bireuen agar menggelar zikir dan doa bersama di seluruh desa dan di setiap kecamatan.

Momentum bersejarah bagi bangsa Aceh tersebut, bertepatan pada 15 Agustus 2022 mendatang. Karenanya, untuk mengenang para syuhada yang telah berjasa memperjuangkan bumi Aceh pertiwi di masa konflik berkepanjangan, Politisi Partai Aceh (PA) ini, mengajak masyarakat guna berdoa kepada para syuhaya yang sudah syahid.

“Kami mengharapkan kepada seluruh mantan Kombatan Gerakan Aceh Mardeka (GAM) dan masyarakat Aceh khususnya warga Bireuen, agar menggelar zikir dan doa bersama pada peringatan 17 tahun MoU Helsinki bertepatan dengan 15 Agustus mendatang,” ujar Ceulangiek kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu (7/8).

Disebutkan, tanggal 15 Agustus merupakan hari bersejarah bagi bangsa Aceh, karena pada tanggal tersebut dilakukan penandatangan MoU antara GAM dengan Pemerintah Republik Indonesia di Helsinki, Firlandia, untuk mengakhiri pertikaian di Naggroe Aceh.

“Pada 15 Agustus mendatang, MoU Helsinki telah berusia 17 tahun sejak ditandatangani pada 15 Agustus 2005 silam. Karenanya, sangat patut mengucapkan puji syukur kepada Allah dengan menggelar zikir dan doa bersama guna mengenang hari bersejarah tersebut,” kata Rusyidi.

Menurut mantan eks GAM wilayah Bate Iliek itu, zikir dan doa yang digelar KPA dan masyarakat dapat diniatkan kepada para pejuang GAM yang telah meninggal dunia pada saat konflik Aceh.

“Untuk mengenang jasa para pejuang GAM, mari kita doakan, agar Allah menempatkan para pejuang yang telah tiada di sisi-Nya,” ajaknya.

Rusyidi berpesan kepada KPA dan masyarakat, untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, supaya perdamaian yang telah terwujud terus berlangsung dan terjaga.

“Kepada teman-teman di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), kami berharap agar memperjuangkan qanun tentang tanggal perdamaian Aceh, sehingga hari bersejarah ini dapat diketahui oleh para generasi penerus bangsa,” harapnya.

Ia juga mengajak semua pihak agar terus merawat perdamaian yang telah terwujud. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman dan tentram. (akh)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kunker ke Kodim Aceh Utara, Ini Pesan Danrem 011/Lilawangsa

27 February 2024 - 17:22 WIB

PNL Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru di Sumut dan Aceh

27 February 2024 - 15:02 WIB

Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dan Warga Beungga Terus Kerja Keras Buka Jalan Pertanian

27 February 2024 - 13:24 WIB

Sambut HUT Persit, Kodim 0111/Bireuen Gelar Donor Darah

26 February 2024 - 17:35 WIB

RKDG Smart Cempaka Conektion Laksanakan Pelatihan Literasi Digital

25 February 2024 - 19:47 WIB

Kolaborasi Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dengan Masyarakat Bersihkan Lingkungan Cegah Banjir dan Demam Berdarah

25 February 2024 - 09:05 WIB

Trending di DAERAH