Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 17 Aug 2022 07:32 WIB ·

Salah Jurusan, Salah Siapa?


 Anggota Komisi 1 DPRK Aceh Tamiang Jayanti Sari saat memberi motivasi di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Yaspendi Kecamatan Bendahara jelang siswa melanjutkan kuliah setelah tamat sekolah menengah atas, Ahad lalu. FOR-RAKYATACEHONLINE Perbesar

Anggota Komisi 1 DPRK Aceh Tamiang Jayanti Sari saat memberi motivasi di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Yaspendi Kecamatan Bendahara jelang siswa melanjutkan kuliah setelah tamat sekolah menengah atas, Ahad lalu. FOR-RAKYATACEHONLINE

HARIANRAKYATACEH.COM – FENOMENA kebingungan siswa SMA atau SMK yang hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam memilih jurusan kuliah terus terjadi. Alasan klasik yang diutarakan yakni, belum mengetahui secara mendalam tentang bakat dan minatnya.

Hal itu terungkap saat anggota Komisi 1 DPRK Aceh Tamiang Jayanti Sari, SH diundang hadir memberi motivasi baru-baru ini di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Yaspendi Kecamatan Bendahara agar mereka melanjutkan kuliah setelah tamat sekolah menengah atas.

Kepada RAKYATACEHONLINE di Karang Baru, Senin (15/8/2022) politisi perempuan ini menyebut, berdasarkan hasil penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN) tahun 2017, sebanyak 87 persen mahasiswa Indonesia mengaku bahwa jurusan yang mereka ambil tidak sesuai dengan minat, lalu sebanyak 71,7 persen pekerja memiliki profesi yang tidak sesuai dengan pendidikannya.

Menyoroti hasil penelitian ICCN tersebut, Anggota Komisi 1 yang membidangi masalah pendidikan ini merasa khawatir dengan persiapan peserta didik di Kabupaten Aceh Tamiang dalam memilih jurusan kuliahnya nanti.

“Hasil penelitian ICCN juga menemukan bahwa salah jurusan kuliah berdampak pada studi peserta didik nantinya. Salah satu dampaknya yakni kesulitan dalam menyelesaikan studi tepat waktu, pindah jurusan dan bahkan berhenti kuliah,” sebutnya.

Sementara itu sebut Jayanti lagi data BPS Aceh Tamiang menunjukkan pada tahun ajaran 2021/2022 jumlah siswa SMA sebanyak 9.028, SMK 3.491 dan MA sebanyak 1.713.

“Maka bila ditotal ada 14.232 siswa kita yang siap menuju ke jenjang pendidikan lanjutan (Perguruan Tinggi) dan sangat diperlukan kesiapan dalam memilih jurusan kuliah yang tepat,” papar politikus PKS ini.

Sekolah-sekolah menurut Jayanti perlu melakukan tes bakat minat kepada siswa yang akan melanjutkan studi lanjutan, karena itu dapat mengurangi dampak salah pilih jurusan. Tes bakat minat ini kata dia dapat menggambarkan kemampuan kognitif, karakteristik minat serta kepribadian siswa terhadap suatu bidang atau jurusan tertentu.

“Akibat dari ketidaktahuan dan ketidak mengertian akan minat dan bakatnya, dia (siswa) memutuskan program pendidikan pilihannya hanya berdasarkan rekomendasi teman atau orang tuanya,” ucap Jayanti.

Jayanti Sari menambahkan ada peran atau andil besar guru dalam membantu siswa menentukan jurusan ketika mereka ingin melanjutkan studi. Pertama yaitu memahami passion siswa maka guru dapat bekerja sama dengan konselor (guru bimbingan konseling) di sekolah. Kedua, menjadi fasilitator dengan membantu siswa mencari perguruan tinggi yang diinginkan dan yang ketiga mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab atas pilihannya.

Terkait hal ini Jayanti Sari pernah bertanya kepada seorang siswa SMK Negeri 2 Karang Baru, Ariska Ananda akan melanjutkan kuliah jurusan apa ketika tamat sekolah. Siswi itu mengaku masih kebingungan akan mengambil jurusan apa kalau nanti kuliah.

“Kata siswi tersebut belum kepikiran mau kuliah dimana dan ambil jurusan apa dia belum tau. Masih bingung nanti akan dipikirkan lagi,” kata Jayanti menirukan Ariska Ananda yang kini duduk di bangku kelas 3.

Kebingungan Ariska ini tentunya menambah deretan panjang fenomena siswa yang akan salah mengambil jurusan pendidikan lanjutan terutama terhadap siswa kelas 3 yang akan segera melanjutkan jenjang studinya.

Jayanti Sari menilai peran guru serta orang tua sangat penting dalam memberikan kepercayaan dan menanamkan nilai serta berani menghadapi konseskuensi dari pilihan yang mereka ambil. Kemudian menciptakan komunikasi yang baik adalah kunci bagi guru, orang tua dan siswa dalam proses penanaman nilai-nilai sikap bertanggung jawab. Semoga dengan komunikasi yang baik, dapat mengingatkan siswa untuk dapat memilih jurusan dengan benar.

“Ketika siswa membutuhkan bantuan saat mengalami kesulitan pada saat memilih jurusan kuliah maka guru dan orang tua menjadi tempat mereka untuk meminta pandangan,” demikian Jayanti Sari. (*)

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kunker ke Kodim Aceh Utara, Ini Pesan Danrem 011/Lilawangsa

27 February 2024 - 17:22 WIB

Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dan Warga Beungga Terus Kerja Keras Buka Jalan Pertanian

27 February 2024 - 13:24 WIB

Kolaborasi Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dengan Masyarakat Bersihkan Lingkungan Cegah Banjir dan Demam Berdarah

25 February 2024 - 09:05 WIB

Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry Banda Aceh Kunjungi Rumah Baca Inspirasi Cendekia di Wih Pesam

24 February 2024 - 13:58 WIB

Rencana Musprov Taekwondo Indonesia Aceh Diwarnai Protes Para Pengurus Kabupaten dan Kota

21 February 2024 - 14:58 WIB

Kejari Lhokseumawe Tuntut Hukuman Mati 8 Orang Terdakwa Narkoba

21 February 2024 - 13:31 WIB

Trending di DAERAH