Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 25 Aug 2022 09:53 WIB ·

Pulihkan Ekosistem Mangrove di Pesisir Aceh Tamiang

 
Pulihkan Ekosistem Mangrove di Pesisir Aceh Tamiang Perbesar

Pulihkan Ekosistem Mangrove di Pesisir Aceh Tamiang

KUALA SIMPANG (RA) – Penanaman mangrove secara massal kembali dilakukan di pesisir Aceh Tamiang. Kali ini kegiatan pelestarian ini dimotori oleh Polres Aceh Tamiang dalam rangka memperingati HUT RI ke 77 tahun.

Kepala Polres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali mengatakan, selain untuk menjaga ekosistemnya tumbuhan ini diyakini memiliki peran ekologis yang besar bagi kehidupan manusia.

“Jadi perlindungan dan pemulihan ekosistem mangrove merupakan langkah penting bagi kita semua dalam memitigasi perubahan iklim,” kata Imam Asfali usai melakukan tanam mangrove secara simbolis di Pantai Pulau Rukui, Desa Alur Nunang, Kecamatan Banda Mulia, Selasa (23/8).

Adapun jumlah bibit mangrove yang ditanam sebanyak 77 ribu batang sesuai dengan usia kemerdekaan Republik Indonesia saat ini. Penanaman mangrove di perairan laut lepas berbatasan dengan Selat Malaka ini melibatkan unsur Forkopimda hingga Forkopincam, instansi terkait dan LSM lingkungan.

“Pohon mangrove yang ditanam sebanyak 77 ribu sesuai dengan usia hari kemerdekaan RI. Lokasi dipusatkan disatu titik pesisir Pantai Pulau Rukui yang merupakan objek wisata laut,” jelas Imam.

Dijelaskan Imam Asfali lagi penanaman 77 ribu pohon bakau ini dilaksanakan serentak di kabupaten/kota se provinsi Aceh termasuk Aceh Tamiang. Sementara Pulau Rukui dipilih karena mangrove berfungsi menangkal abrasi laut yang semakin meluas.

Kapolres berharap keberadaan ekosistem mangrove di kawasan pesisir dapat mengurangi energi gelombang, melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air, memperbaiki lingkungan pesisir dan memperbaiki habitat di pantai.

“Diharapkan dapat berdampak pada peningkatan produksi biota laut lainnya, terutama kepiting bangka, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir,” tutur perwira dua melati ini. (ddh/rus)

Teks foto :
Polisi tanam 77 ribu mangrove di objek wisata Pantai Pulau Rukui pesisir Aceh Tamiang sebagai upaya pulihkan ekosistem bakau pada momen peringatan HUT RI ke 77 tahun, Selasa (23/8/2022). IST/RAKYAT ACEH

 

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kunker ke Kodim Aceh Utara, Ini Pesan Danrem 011/Lilawangsa

27 February 2024 - 17:22 WIB

PNL Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru di Sumut dan Aceh

27 February 2024 - 15:02 WIB

Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dan Warga Beungga Terus Kerja Keras Buka Jalan Pertanian

27 February 2024 - 13:24 WIB

Sambut HUT Persit, Kodim 0111/Bireuen Gelar Donor Darah

26 February 2024 - 17:35 WIB

RKDG Smart Cempaka Conektion Laksanakan Pelatihan Literasi Digital

25 February 2024 - 19:47 WIB

Kolaborasi Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dengan Masyarakat Bersihkan Lingkungan Cegah Banjir dan Demam Berdarah

25 February 2024 - 09:05 WIB

Trending di DAERAH