Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 27 Aug 2022 08:20 WIB ·

Tersangka Pembakar Bendera Merah Putih Ditangkap


 Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy memberikan keterangan pers terkait penangkapan diduga tersangka pembakaran bendera merah putih dengan beserta barang bukti, Jumat (26/8). For rakyat Aceh Perbesar

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy memberikan keterangan pers terkait penangkapan diduga tersangka pembakaran bendera merah putih dengan beserta barang bukti, Jumat (26/8). For rakyat Aceh

BANDA ACEH (RA) – Ditreskrimum Polda Aceh menangkap RA, diduga tersangka penghinaan terhadap bendera merah putih dengan cara membakar, merobek, dan menginjak, Selasa, 23 Agustus 2022, di Pantee Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

“Pelakunya adalah RA dan sudah ditangkap. RA yang membakar, merobek, dan menginjak bendera merah putih,” jelas Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, kepada awak media di Polda Aceh, Jumat (26/8).

Winardy menyampaikan, kronologi pembakaran bendera merah putih itu terjadi pada 21 Agustus lalu di sebuah warung kopi di Peusangan, Bireuen.
Saat itu, sambung Winardy, RA menyuruh saksi MA untuk naik ke lantai dua warung kopi tersebut dan memakai handphone-nya untuk melakukan panggilan video atau video call dengan WY–teman RA, WNI yang bekerja di Malaysia.

Dalam panggilan video tersebut, WY memprovokasi RA untuk membakar bendera merah putih dan mengatakan bahwa Aceh bukan bagian dari Indonesia. Bila RA berani, maka WY akan merekrutnya bergabung dengan Tentara Aceh Merdeka (TAM).

“RA terprovokasi dengan tantangan WY, sehingga nekat membakar, merobek, dan menginjak bendera merah putih. Tindakannya itu pun viral di grup WhatsApp dan medsos,” kata Winardy.

Winardy menerangkan, motif pembakaran tersebut adalah tersangka ingin meluapkan amarahnya terhadap bendera merah putih karena menganggap Aceh bukan bagian dari Indonesia.

Saat ini tersangka dan barang bukti berupa pakaian, korek api, sisa bendera yang dirobek, dan handphone yang dunakan untuk video call diamankan di Polda Aceh untuk dilakukan proses hukum. Penyidik juga akan mengusut pelaku penyebar pertama tindakan pelaku di media sosial.

“Kepada RA akan disangkakan Pasal 66 Jo Pasal 24 huruf a UU RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, dengan ancaman pidana lima tahun penjara,” pungkas Winardy. (ril/ra)

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Pj Bupati Bersama Forkopimda Aceh Besar Pantau Langsung Gelaran Pangan Murah Perdana di Masjid Piyeung

27 February 2024 - 15:52 WIB

Pendopo Bupati Aceh Tenggara Diteror Bom Melotov

27 February 2024 - 15:47 WIB

Dinsos Aceh Bahas Usulan Pahlawan Nasional Sultan Alaidin Mahmudsyah dan Tgk Chik Pante Geulima Bersama Ahli Waris

27 February 2024 - 11:06 WIB

Yayasan Baiturrahman Peduli Umat, Lantik Kepala Baru MTsS Darussyariah Masjid Raya Baiturrahman

27 February 2024 - 08:57 WIB

Jelang Ramadhan, Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di 8 Lokasi

27 February 2024 - 07:31 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar FKP RKPD Tahun 2025

27 February 2024 - 07:27 WIB

Trending di UTAMA