Review Buku, Asas – Asas dan Perkembangan Hukum Adat

Buku karangan Karangan Alm H Badruzzaman Ismail, SH.,M.Hum

(Karangan Alm H Badruzzaman Ismail, SH.,M.Hum)

ALMARHUM H Badruzzaman Ismail, SH., M.Hum yang tidak asing bagi masyarakat Aceh tentang kepiawaiannya dan memahami betul tentang hukum dan adat Aceh, banyak buku dan karangan beliau semasa hidup tidak lain untuk mencerdaskan anak bangsa.

Buku Asas-asas dan Perkembangan Hukum Adat ini berawal dari catatan bahan-bahan perkuliahan penulis sebagai tenaga pengajar dalam bidang Hukum sejak 1991 berbagai perguruan tinggi di Aceh.

Selain itu, beliau juga ikut dalam berbagai kegiatan masyarakat, terutama bidang sosial keagamaan, lembaga adat dan kelembagaan pendidikan, terutama dalam hubungan penyelenggaran keistimewaan Aceh pada Majelis Ulama Indonesia (MUI sekarang MPU Aceh), Lembaga Adat dan Kebudayaan Aceh (Laka) yang sejak 2003 berubah menjadi Majelis Adat Aceh (MAA).

Penamaan judul tersebut sejalan dengan materi uraiannya yang pada umumnya disandarkan pada kerangka-kerangka teori yang telah dikembangkan oleh berbagai pakar atau ahli hukum adat.

Seorang pengunjung perpustakaan sedang memperlihatkan buku karangan Alm H Badruzzaman Ismail, SH.,M.Hum

Disamping dilakukan penyelesaian dengan kurikulum Perguruan Tinggi dan perkembangan kebijakan politik hukum dan perundang undangan nasional.

Buku hukum adat ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memperoleh buku- buku bacaan yang berkaitan dengan standar kurikulum muatan lokal sesuai dengan tujuan instruksional dan mendorong mahasiswa menemukan variabel-variabel analisis dalam memperkaya nilai nilai kejian ilmiah, terutama pada lapangan kehidupan masyarakat hukum adat di sekitar lingkungan Perguruan Tinggi dalam Provinsi Aceh Nanggroe Aceh Darussalam.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 44 tahun 99 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh terutama pada lapangan hukum adat dan adat istiadat secara praktis bagi kepentingan masyarakat dan secara teoritis untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Hal serupa juga untuk kemanfaatan maayarakat bangsa dan umat manusia pada umumnya.

Dalam buku ini tidak dituliskan tebal dan jumlah halamannya, hanya ditulis jumlah bagian yang mencapai 29 bagian dan bagian 30 itu penutup. Setting/lay out Arman, Penerbit CV Boebon Jaya Jln  Cut Nyak Dhien Lamteumen Barat Banda Aceh, tahun 2013, dan ISBN: 979-25-9281-4.

Pada bagian 30 penutup itu di katakan Hukum Adat sesuai dengan sifatnya yang berkaitan dengan gerakan sikap perilaku masyarakat, maka bentuknya terus tumbuh dan berkembang, baik dalam tatanan kehidupan maayarakat, kehidupan ekonomi dan sosial. sentuhan dengan dunia luar dan kuatnya pertumbuhan perasaan berbangsa dan bernegara serta perkembangan ilmu pemgetahuan dan teknologi telah memberi pengaruh besar pada perkembangan kehidupan tatanan masyarakat adat.

Perkembangan politik negara telah mengalihkan pandangan masyarakat dari rasa emosional kedaerahan menjadi perasaan dominasi kekuasaan yang bersifat nasional. Masalah yang muncul adalah bagaimana membentuk dan membina tatanan yang luas itu tidak hilang dari kodrat kepribadian nilai-nilai keaslian bangsa yang memiliki harkat dan martabat dalam konteks sumber budaya yang berkesinambungan dengan kebudayaan global.

Oleh karena itu, pada tempatnya sebagai bangsa yang memiliki kekayaan nilai-nilai budaya, yang kaya dengan nilai-nilai Hukum Adatnya untuk dapat menempatkan Hukum Adat menjadi salah satu sumber hukum nasional bagi rujukan sumber hukum nasional.

Untuk menambah wawasan bagi generasi muda Aceh tentang hukum adat dan istiadat di Aceh dapat direkomendasikan buku ini sebagai salah satu referensi dalam memahami adat dan budaya Aceh.

Semasa hidup beliau, sudah terbiasa menjalani manis dan pahitnya kehidupan, banyak pengalaman organisasi yang diamanahkan kepada beliau serta terakhir menjabat Kepala MAA, serta juga Dosen tetap di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Beliau Pria kelahiran Gampong Lambada Peukan Lambaro Angan Aceh Besar, pada 17 September 1942 dan pada Kamis 17 November 2022 sekitar pukul 10.00 WIB menghembuskan nafas terakhir di kediamannya di Geuceu Inem, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh.

Buku ini dapat dinikmati secara gratis di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh di jalan T Nyak Arief Lamyong Banda Aceh. (*)