Undang Bank Konvesional ke Aceh Suatu Kemunduran

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji Ali, S.Ag., MA.

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji Ali, S.Ag., MA, menyampaikan, saat ini ada inisiatif dari sejumlah pihak untuk memperlemah penyelenggaraan dan capaian yang sudah ada dalam Syariat Islam di Aceh. Termasuk hadirnya Bank Syariah yang hari ini sudah menjadi bank utama di Aceh.

Dimana Pemerintah Provinsi Aceh telah menertibkan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang mengatur seluruh lembaga keuangan, termasuk bank yang beroperasi di Aceh wajib dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah. Qanun itu sudah berlaku sejak 4 Januari 2019, sehingga saat ini seluruh Bank Konvesional di Aceh sudah tidak ada lagi. Kini, di Aceh hanya berlaku Bank Aceh Syariah (BAS) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Kita mendengar ada masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat yang mendorong kembalinya bank konvesional di Aceh. Ini sangat kita sayangkan, karena capaian untuk menghadirkan Bank Syariah itu tidaklah mudah,”ucap Tgk. M. Rizwan Haji Ali, dikonfirmasi Rakyat Aceh, Senin (31/10/2022) didampingi Sekretaris Dinas Syariat Islam Lhokseumawe, Tgk. Ramli serta Koordinator Forum Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe, Tgk. Sulaiman Lhok Weng.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mendorong dan mengharapkan kepada tokoh politik dan pemerintahan, tokoh masyarakat, akademisi untuk mendukung penyelenggaraan Syariat Islam di Aceh. “Capaian-capaian yag sudah ada kita dukung dan kalau ada kelemahan marilah kita sempurnakan. Bukan malah memundurkannya kebelakang lagi dan itu merupakan sesuatu kemunduran,”ungkapnya, usai menghadiri Focus Grup Discussion (FGD) yang diadakan oleh Forum Thalabah Lhokseumawe, (Forthal), dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2022, dengan tema “Peran Santri Dalam Membangun Negeri” di Country Coffee Lido Graha Aceh Utara, di Lhokseumawe, Senin (31/10).

Menurut dia, dengan capaian yang sudah ada hari ini dapat menjadi langkah kedepan untuk menyempurnakan dan memperbaiki kondisi yang sudah ada. Bukan malah mencari solusi yang sudah kita tinggalkan lewat kehadiran Bank Syariat di Aceh. (arm/ra)