Harga Kebutuhan Pokok Turun, Daya Beli Masyarakat Lemah

FOTO - Amir pedagang sayur di Pasar Induk Lambaro Kafe, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Minggu (24/7). FOTO Ardiyan Syahputra/Rakyat Aceh

RAKYAT ACEH | LAMBARO – Akhir bulan Oktober 2022, harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Lambaro Kafe, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar dalam beberapa pekan terakhir mengalami penurunan.

Cabai merah mulai turun, sebelumnya di atas Rp40 ribu turun menjadi Rp22 ribu perkilogram, Senin (31/10). Sedangkan dua pekan sebelumnya, harga cabai merah masih kisaran Rp40,000/Kg hingga Rp 50,000/Kg.

Hal ini sebagaimana disampaikan Taufik, pedagang di Pasar Induk Lambaro Kafe, Aceh Besar. “Harga cabai merah pada hari ini, mengalami penurunan, karena pasokan dari daerah sentra produksinya mencukupi,” kata Taufik.

Selain cabai merah, harga komunitas lain yang mengalami penurunan di antaranya, adalah bawang merah, tomat, kentang, dan beberapa komunitas lainnya ikut turun. Harga bawang merah lokal dijual dengan harga Rp 32,000\Kg, sebelumnya Rp40.000/Kg. Sedangkan kentang dengan harga Rp10.000/Kg, sebelumnya RP 12,000/Kg. Tomat juga ikut turun, dari Rp10.000 turun menjadi Rp 5.000/Kg.

Selain tomat, kata Taufik, masih ada beberapa jenis sayuran lagi yang harganya mengalami penurunan, yaitu wortel, buncis, serta bunga kol. Harga buncis saat ini Rp 13.000, sebelumnya Rp 15.000 , sedangkan wotel Rp 10.000 sebelum 12.000, bunga kol berkisar Rp18.000, sebelumnya Rp20.000/Kg.

Sementara harga kebutuhan pokok, seperti gula pasir masih stabil, minyak goreng juga stabil. Sedangkan telur, beras, dan tepung terigu juga relative stabil, tidak mengalami kenaikan dan penurunan.

Taufik juga mengatakan, meski harga kebutuhan pakon mengalami penurunan, tapi daya beli masyarakat relatif turun, meskipun masih dalam momen perayaan bulan Maulid.

“Meski bulan maulid dan harga bahan pokok mengalami penurunan, daya beli masyarakat sangat kurang. Biasanya seperti tahun-tahun sebelumnya kalau momen seperti ini sangat banyak yang datang untuk membeli kebutuhan pokok ataupun untuk keperluan perayaan maulid,” katanya.

Ia juga menyesalkan dengan kebijakan pemerintah yang terkesan sangat buru-buru mengambil kebijakan dengan menaikan harga BBM dikala rakyat yang baru saja terlepas dari virus covid 19.

“Pemerintah terkesan tidak peduli kepada rakyat, padahal kita baru saja menghadapi covid 19. Dulu waktu covid 19 lebih kurang selama dua tahun susah jualan, karena gak ada yang beli. Sekarang pas sudah aman dari covid pemerintah menaikkan harga BBM. Rakyat Belum sembuh dari luka, malah pemerintah mengajak rakyat untuk berlari,” keluhnya.

Ia juga berharap, pemerintah juga benar-benar serius dalam memperdaya masyarakat untuk menggunakan lahan kosong untuk dijadikan tanaman produktif untuk bisa memenuhi kebutuhan pokok.

“Karena selama ini banyak bahan pokok yang dikirim dari luar Aceh, bahkan ada yang dari India. Sehingga harga di pasar bisa jadi mahal jika tidak cukup pasokan dari daerah lokal,” ujarnya.

“Harga cabe merah kering sekarang harganya Rp110 ribu/kg, itu agak mahal, karena dikirim dari India,” katanya. (mag90/rif)