Warga Lancang Garam Tertipu Investasi Bodong Rp 2,7 Miliar

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto menggelar konferensi pers terkait ditangkapnya tersangka investasi bodong. Korban pun mengalami kerugian mencapai Rp 2,7 miliar, Selasa, 01 November 2022. (Idris Bendung)

RAKYAT ACEH | LHOKSEUMAWE – Seorang warga Gampong Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, inisial EI (56), korban tertipu investasi bodong dengan dalih penanaman kepala sawit mencapai Rp 2,740.000.000.

Sedangkan pelaku berinisial F (53), warga Gampong Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, berhasil ditangkap jajaran Polres Lhokseumawe.

Demikian Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto SIK, saat gelar konerensi pers di Gedung Serbaguna Wirasatya, polres setempat, Selasa, 01 November 2022.

Menurut Kapolres, kasus ini berawal dari laporan pelapor SI (26 Tahun) beralamat di Desa Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe atas kerugian yang dialami korban korban EI (56), IRT, warga Desa Lancang Garam, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

“Tersangka yang ditangkap F (53 tahun) kini masih sedang dalam proses hukum lebih lanjut,” kata perwira dua melati di pundaknya itu kepada puluhan wartawan media cetak, online dan elektronik.

Sat Reskrim Polres Lhokseumawe, berhasil menangkap tersangka, ujar Kapolres Henki, pada hari Sabtu 10 September 2022 lalu di sebuah warung kawasan Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara.

“Polisi juga berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti sebanyak 47 lembar kertas hasil print bukti transfer korban kepada tersangka senilai Rp 2,740 miliar rupiah,” ungkap Kapolres sembari menyebutkan setiap tranferan bervariasi dari dua juta hingga 150 juta rupiah.

Polisi pun sudah menyita barang tersangka berupa 2 (dua) unit mobil, satu sepeda motor Vario dan barang berharga lainnya yang ditengarai dari hasil penipuan dengan iming-iming korban bakal dapat keuntungan hingga Rp 7 miliar.

Awal kasus itu berlangsung, sebut Kapolres Henki, berawal adanya pertemuan tersangka dengan korban terkait investasi kelapa sawit, Selasa 12 Mei 2020 di salah satu Warung Desa Simpang Empat, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Perkenalan korban dengan tersangka sudah sejak tahun 2010. Sebelumnya, mereka menjalin kerjasama bisnis karet dan pada akhirnya bangkrut sehingga pelaku terhutang sejumlah uang kepada korban sebesar 380 juta rupiah.

Dalam pertemuan di Warung Ayam Jago tersebut, tersangka menjanjikan membayar hutang sambil meminta bantuan modal karena tersangka mempunyai bisnis baru yaitu jual beli kelapa sawit yang dikumpulkan dari masyarakat untuk dijualkan ke PT. G yang beralamat di Tanjung Morawa, Provinsi Sumatera Utara.

Dalam perjalanan waktu hari ke hari, bulan ke bulan bahkan tahun, korban curiga dan kemudian mengetahui bahwa korban tertipu karena setelah waktu yang lama iming-iming pencairan uang bisnis kelapa sawit sebesar Rp 7 milyar tak kunjung cair.

Korban pun mengecek perusahaan yang dikatakan oleh tersangka. Setelah dicek ternyata perusahaan tersebut hanya gudang kosong. Dan, selanjutnya lapor polisi.

Tersangka tersandung Pasal 378 terkait Penipuan Jo Pasal 372 terkait penggelapan Jo Pasal 64 Perbuatan berulang KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara.

Diakhir konferensi pers, Kapolres Lhokseumawe mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan investasi. (ung)