Babinsa Evakuasi Bayi ke Tenda Pengungsian

Babinsa Koramil 02/Karang Sertu Dodi Syahputra membantu evakuasi bayi ke tenda pengungsian dari kepungan banjir di tepi sungai Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru dengan kedalaman air mencapai 1 meter, Selasa (1/11). FOR/RAKYAT ACEH

RAKYATACEH | KUALA SIMPANG – Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI-AD Koramil 02/Karang Baru Kodim 0117/Aceh Tamiang Sertu Dodi Syahputra menyelamatkan bayi dari kepungan banjir di Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru.

“Saya evakuasi bayi itu bersama keluarganya sekitar pukul 10.00 WIB saat kondisi air makin naik merendam permukiman di Desa Suka Jadi. Bayi itu kami gendong ke titik pengungsian mengunakan perahu plastik/HDPE milik BPBD,” kata Dodi Syahputra, Selasa (1/11).

Dodi mengaku awalnya tidak kenal dengan orang tua bayi tersebut. Seluruh pengungsi dari balita hingga lansia dievakuasi ke tenda pengungsian yang telah disediakan pemda setempat.

Namun prajurit TNI ini memastikan kondisi bayi perempuan itu baik-baik saja meski tidur di tenda pengungsian dan makan dapur umum.

“Setahu saya bayi itu baru berusia dua tahun, namanya Alsya Zaida Azzahra. Nama ibu bayi itu Sari Maulina warga Suka Jadi,” tutur Dodi.

Saat dijumpai Sertu Dodi Syahputra tengah monitor luapan sungai Aceh Tamiang hingga merendam desa binaannya itu. Dia sudah siaga di lokasi banjir sejak kemarin sore setelah sungai meluap.

Menurutnya dari empat dusun di Desa Suka Jadi seluruhnya terendam banjir dengan ketinggian air 30 centimeter hingga 1,5 meter. Desa Suka Jadi dengan jumlah penduduk sekitar 180 KK ini menjadi salah satu yang paling parah dilanda banjir karena jaraknya dekat dengan sungai.

“Data yang saya peroleh dari perangkat desa rumah warga yang terendam 170 unit dan jumlah pengungsi sebanyak 250 jiwa. Sedangkan tenda pengungsian ada lima titik tersebar di empat dusun,” jelasnya.

Hingga siang ini Sertu Dodi Syahputra bersama perangkat desa dan unsur kecamatan terus memantau perkembangan banjir, sembari akan mendirikan tenda pengungsi tambahan berlokasi di ujung jembatan Kedai Besi, Karang Baru.

Camat Karang Baru Fachrurrazi Syamsuyar dikonfirmasi mengatakan, sejak Senin (31/10) malam unsur Fokopimcam Karang Baru telah menyalurkan bantuan sosial di sejumlah desa terdampak banjir.

Dijelaskan Fachrurrazi bantuan dapur umum ini diambil dari dinas sosial dan stok lumbung sosial yang tersedia untuk tiga desa (Sukajadi, Menanggini dan Tanjung Karang).

“Untuk kebutuhan posko lainnya akan kami koordinasikan dengan dinas sosial bila posko dapur umum telah didirikan di kampung lainnya,” kata Fachrurrazi.

Lebih lanjut ia menyatakan, bencana banjir di wilayahnya semakin meluas, dari enam desa terendam tadi malam kini sudah bertambah menjadi 17 desa.

Pihak Kecamatan Karang Baru merekap jumlah rumah warga yang terdampak banjir di 17 desa tersebut mencapai 1.085 unit. Sedangkan jumlah pengungsi sebanyak 487 jiwa.
Empat desa yakni Suka Jadi, Bundar, Alur Bemban dan Tanjung Seumantoh merupakan desa terparah dilanda banjir dengan kedalaman air rata-rata 1 meter dan rumah terendam di masing-masing desa lebih dari 100 unit.

“Seluruh warga korban banjir sudah dievakuasi di tenda-tanda pengungsian, namun ada juga sebagian warga yang masih memilih bertahan di rumah. Jika hari ini air tidak surut kemungkinan jumlah pengungsi akan terus bertambah,” ujarnya. (ddh/rus)