Anggota DPRA Nilai Alhudri Cakap Kelola Dinas Pendidikan Aceh

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan perlu pemikiran out of the box untuk menerabas tradisi tidak baik di Dinas Pendidikan Aceh. Dia menilai keberadaan Alhudri di Dinas Pendidikan Aceh memberikan kepastian arah pendidikan Aceh di masa hadapan.

“Alhudri itu pekerja. Dia tidak bisa mengajar di kelas seperti guru-guru yang kita kenal. Dia juga tidak bisa menjadi kepala sekolah karena bukan guru. Tapi sebagai kepala dinas, mengapa tidak? Dia dikelilingi orang-orang pendidikan yang bekerja di dinas itu. Dia punya semua yang dibutuhkan untuk menjalankan dinas itu ke arah lebih baik,” kata Iskandar, Kamis, 3 November 2022.

Jabatan kepala dinas, kata Iskandar, membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan manajerial mumpuni. Sosok tersebut tidak sekadar pandai, dia juga harus mampu mengarahkan bawahan agar mampu menjalankan program sesuai dengan beban yang diamanahkan oleh kepala daerah.

Sejak ditunjuk sebagai kepala dinas, kata Iskandar, Alhudri melakukan sejumlah terobosan penting untuk memutus jalur birokrasi berbelit yang selama ini membelenggu dinas tersebut. Dia juga aktif turun ke daerah untuk melihat langsung kondisi sekolah dan berdiskusi dengan para guru untuk mendapatkan masukan dari mereka.

Pembukaan kelas jarak jauh, program vaksinasi di sekolah, mendorong pembentukan kurikulum antikorupsi di sekolah berbasis lokal, adalah sebuah langkah cerdas yang dinilai Iskandar sangat bernilai untuk masa depan Aceh. Selama ini, kata dia, orientasi di dinas hanya sekadar menghabiskan anggaran, bukan melihat fungsi anggaran sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di Aceh.

“Dinas Pendidikan Aceh, di bawah kepemimpinan Alhudri, mampu meyakinkan Badan Pengelolaan Migas Aceh untuk menyiapkan anak-anak Aceh bekerja di bidang gas dan perminyakan. Hal ini bakal membantu banyak anak muda Aceh untuk mengisi industri migas yang berada di tanah kita,” kata Al-Farlaky

Iskandar mengatakan, pembentukan karakter anak-anak Aceh dimulai sejak usia dini. Dinas Pendidikan Aceh diamanahkan untuk mengelola sebagian fase pendidikan anak-anak Aceh. Tanggung jawab itu, sebagian lainnya, berada di dinas pendidikan kabupaten atau kota.

“Pemerintah Aceh butuh orang yang mau bekerja. Bukan sekadar hadir. Sebaik-baik orang itu adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain. Saya pikir, Alhudri melakukan tugas dengan baik di Dinas Pendidikan Aceh,” kata Iskandar. (ra)