Penjabat Bupati Tetapkan Aceh Tenggara Tanggap Darurat Bencana

RAKYAT ACEH | KUTACANE – Percepatan penangan Bencana alam banjir bandang. Penjabat bupati Syakir menetapkan status kabupaten Aceh Tenggara tanggap darurat bencana, Kamis, 3 November 2022.

Terkait masalah banjir bandang kita sudah mengeluarkan pernyataan darurat. Semoga ini menjadi acuan kepada Pemerintah Provinsi Aceh maupun Pemerintah Pusat untuk memberikan dukungan bantuan,” kata penjabat Syakir kepada Rakyat Aceh.

Tanggap darurat bencana, tertuang dalam keputusan bupati nomor 360/207/ 2022, terhitung sejak 31 Oktober lalu hingga 14 hari kedepan. Adapun sejumlah kecamatan masuk dalam tanggap darurat bencana banjir terhadap Kecamatan Babussalam, Lawe Alas, Babul Rahmah, Bambel Lawe Sigala-gala dan Darul Hasanah.

Sementara penanganan terkait masalah beberapa jembatan yang putus akibat banjir, dirinya juga telah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk membangun jembatan billi.

Begitu juga dirinya memerintah kepada dinas PUPR Aceh Tenggara agar bisa mencari alternatif lain agar jembatan putus bisa segera di lalui warga. “Kepada masyarakat untuk terus membantu dan bahu membahu saling membantu warga yang terkena dampak banjir ini,” sebut Syakir lagi.

Begitu juga pemerintah daerah juga telah menghimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi ancaman banjir dan tanah longsor.

Kepala BPBA Tinjau Lokasi Banjir Bandang

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan bencana Aceh (BPBA), Dr Ilyas didampingi pejabat (Pj) Bupati Aceh Tenggara Syakir dan Sekretaris daerah (Sekda) MHD Rindwan turun dan meninjau lokasi banjir bandang di Desa Mentedak Darul Hasanah dan lokasi lainnya yang terdampak banjir.

“Masalah jembatan yang putus, kita akan berkoordinasi dengan SKPA terkait Insya Allah mungkin dalam waktu dekat jembatan yang putus ini akan dibantu oleh PUPR Provinsi Aceh,” katanya.

Dalam kunjungan BPBA juga menyalurkan bantuan masa panik berupa sembako kepada korban banjir. Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan dan diterima Pj Bupati Syakir.

Sementara bantuan transisi untuk rumah yang rusak diberikan dalam bentuk barang senilai Rp 200 juta. (val)