Dua Pelaku Pencurian Mobil Pick Up Masih Dirawat   

Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto,S.I.K

RAKYATACEH | REDELONG – Dua dari tiga pelaku pencurian mobil yang berhasil diamankan polres Bener Meriah beberapa waktu lalu hingga saat ini masih di rawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan akan dilakukan operasi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto,S.I.K didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Rinaldi Aryyawinata kepada Rakyat Aceh di ruang kerjanya Selasa (8/11).

Disebutknya, ketiga tersangka kerap melakukan pencurian di berbagai daerah di luar kabupaten Bener Meriah namun tidak terungkap dan  Wilayah Bener Meriah sendiri pelaku melakukan aksinya sebanyak lima kali  di TKP yang berbeda-beda.

Ia merincikan, pelaku melakukan pencurian di Kecamatan Permata Satu kali, Kecamatan Bukit Satu kali, Wih pesam satu kali dan kecamatan Timang Gajah sebanyak dua kali.

Adapun ketiga tersangka pelaku pencurian tersebut masing-masing, PT (41) warga Desa Alue Dua, Kecamatan Langsa, Kota Langsa dan  SG (41) serta JRS  (25) yang  merupakan warga Desa Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Lebih lanjut katanya, tersangka atas nama PR saat ini berada di ruang tahanan polres Bener Meriah sementara  kedua tersangka lainya SG dan JRS menjalani perawatan di RS bhayangkara Banda Aceh setelah mengalami kecelakaan di wilayah Aceh Utara.

Sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara katanya kedua pelaku juga sempat dirujuk Ke salah satu RS di Kabupaten Bireuen. “ Saat diamankan kedua pelaku dalam kondisi kritis sehingga pihak RSU Muyang Kute Bener Meriah merujuk ke salah satu RSU di bireuen dan kemudian dirujuk kembali ke RS Bhayangkara,” ujaranya.

Kapolres Bener Meriah menambahkan, lima mobil yang berhasil dicuri oleh tersangka merupakan jenis mobil Pick Up yang dijual untuk perkebunan sawit dengan harga yang murah.

Ia menceritakan, ketiga pelaku merupakan pelaku pencuri yang sudah profesional dan melakukan aksinya pada pukul 04-05 wib. “Secara tidak langsung mereka sudah menganalisa bahwa di jam-jam tersebut orang sedang tertidur pulas,” katanya.

Menurutnya, sebelum dilakukan penangkapan Kasat Reskrim beserta anggotanya sudah mendapat informasi  terkait aksi yang akan dilakukan oleh para pelaku d kecamatan timang gajah dan dilakukan pada jam-jam tertentu.

Setelah pelaku berhasil mengambil mobil pemilik di kecamatan timang gajah katanya ketiga pelaku langsung membawa kabur mobil tersebut ke arah lhokseumawe. “ Sempat terjadi kejaran-kejaran dengan anggota dan Mobil yang dicuri kehabisan minyak sehingga mereka menarik mobil L300 yang di curi dengan tali menggunakan mobil avanza,” ungkapnya.

Setelah sampai di Kecamatan Permata lanjutnya, tali yang menarik mobil yang dicuri  terputus semnatara dua tersangka melarikan diri dengan kecepatan mobil sampai akhirnya terjadi lakalantas di wilayah aceh utara.

Semntara itu seorang pelaku yang berada di mobil curian sempat ingin melarikan diri ke perkebunan warga sehingga personil melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali.

         

Atas perbuatanya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 hurup ke 3e,4e dan 5e KUHPidana dengan  ancaman kurungan 10 sampai 15 tahun penjara.(uri)