GeRAK Aceh Adakan Workshop Cek Fakta Tentang Mis/Disinformasi

RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mengadakan workshop cek fakta kepada tiga puluh (30) pemuda di Banda Aceh di Hotel Hermes pada Selasa (08/11).

Kegiatan workshop ini dimulai sejak pukul 09.00 wib hingga pukul 18.00 wib. Dengan tema: Workshop Pengenalan Fitur/Aplikasi Tentang Mis/Disinformasi Bagi Kelompok Perempuan, DIsabilitas, Mahasiswa, Aktivis, dan Jurnalis di Aceh.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang keamanan digital, melatih cara bagaimana mengidentifikasi sebuah informasi, dan juga melatih cara cek fakta.
Workshop yang di fasilitasi oleh wartawan Digdata.id, Hotli Simanjuntak, diisi dengan materi tentang keamanan digital, dan praktek cek fakta oleh setiap peserta pelatihan. Ada puluhan tools yang di perkenalkan kepada peserta, yang digunakan untuk cek fakta baik dalam bentuk artikel, foto, video maupun lokasi.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani, mengatakan “Kegiatan Workshop ini sebagai persiapan untuk megawal pemilu 2024 yang kita sama-sama tau akan banyak sekali mis/disinformasi yang beredar di masyarakat kita. Kegiatan ini juga menjadi awal gerakan melawan hoaks apalagi di Aceh masih terbatas sekali jurnalis yang punya kemampuan cek fakta.”

Kegiatan workshop cek fakta ini disupport oleh The Asia Foundation dalam rangka mengawal pemilu 2024 dari hoaks yang akan beredar. Terutama mis/disinformasi yang sengaja di buat oleh produsen hoaks atau lebih dikenal dengan sebutan Buzzer.

Lebih lanjut dalam sambutan kegiatan, Askhalani menyampaikan, “Diharapkan melalui workshop cek fakta ini, bisa dilanjutkan dengan kolaborasi kerja bersama penyelenggara pemilu untuk ruang untuk meneruskan kerja-kerja sipil untuk terlibat dalam pengawalan pemilu 2024 nantinya”.

Sebagai persiapan mengawal pemilu di 2024 nanti, GeRAK Aceh siap untuk bekerja sama dengan KIP dan Bawaslu untuk meminimalisir penyebaran hoaks yang akan beredar di masyarakat pada pesta demokrasi 2024 mendatang. (*)