Terlibat Pemerkosaan Gadis Tunarungu Satu Anggota Polres Aceh Tenggara Dipecat

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bramanti Agus mencoret silang foto anggota yang dilakukan PTDH, Senin (7/11). Nauval/Rakyat Aceh

RAKYATACEH | KUTACANE – Terlibat pemerkosaan gadis tunarungu, oknum Polisi Polres Aceh Tenggara dilakukan pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH), Senin (7/11).
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bramanti Agus Suyono memimpin upacara pemecatan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Aceh, Nomor : KEP/352/X/2022 tanggal 27 oktober 2022 tentang pemberhentian dengan tidak hormat dari dinas Polri, berlangsung di Halaman Polres setempat

“Anggota yang dilakukan PTDH diketahui Bripka KZ ,” kata Kapolres AKBP Bramanti Agus Suyono.

Dalam amanatnya, AKBP Bramanti Agus Suyono mengatakan, upacara PTDH yang baru dilaksanakan, merupakan salah satu wujud dan bentuk realisasi komitmen pimpinan polri dalam memberikan sangsi hukuman baik pelanggaran disiplin maupun kode etik kepolisian negara republik Indonesia.

“Upacara ini juga bertujuan untuk memberikan motivasi bagi personil dan punishmen kepada anggota yang melakukan kesalahan,” katanya lagi.

Seraya menambahkan, PTDH dilakukan setelah melalui proses hukum oleh bidang profesi dan pengamanan Polda Aceh, tentunya dapat terlaksana sesuai tahapan-tahapan yang telah dilaksanakan dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku bagi anggota Polri.

Seperti diketahui, FT (34) perempuan tuna rungu, di Kabupaten Aceh Tenggara diperkosa oleh tiga orang laki- laki, lebih dua tahun lalu tepatnya Senin (29/12/2020).
Ketiga pelaku diamankan masing – masing HF (29) warga Kisam Gabungan, H (45) Warga Kisam Lestari dan oknum polisi KZ warga Desa Kisam Lestari.

Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 285 Jo 286 Jo 289 KUHP dengan nncaman kurungan penjara maksimal 15 tahun. (val/min).