Kapolres Langsa Kecam Aksi Premanisme Terhadap Jurnalis

Ketua PWI Kota Langsa, Putra Zulfirman saat menyerahkan petisi mengutuk pengancaman/intimidasi terhadap wartawan yang terjadi di Aceh Tengah kepada Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro. For Rakyat Aceh.

RAKYATACEH | LANGSA – Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH SIK MH, mengatakan mendukung aksi rekan-rekan-rekan wartawan dan mengecam aksi premanisme terhadap Jurnalis Harian Rakyat Aceh di Aceh Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan, Kapolres AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, saat menerima rombongan puluhan Wartawan, Senin (14/11), di ruang kerjanya.
Menurutnya, Polri tidak pernah bekerja sendiri melainkan menggandeng rekan-rekan jurnalis apapun kegiatannya.

“Kita berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Selanjutnya, mendukung semua kegiatan jurnalis terutama di Kota Langsa dan akan berkoordinasi ke Aceh Tengah maupun Polda Aceh untuk menyelidiki oknum premanisme yang mengancam wartawan.

“Insya Allah kalau pelaku lari ke Kota Langsa maka siap kita tangkap,” tegas Agung.
Aksi puluhan jurnalis dari berbagai media cetak dan elektronik beraudiensi ke Mapolres Langsa untuk menyampaikan petisi menolak/mengutuk pengancaman/intimidasi terhadap wartawan yang terjadi di Aceh Tengah.

Rombongan para jurnalis dipimpin Koordinator Aksi, Ray Iskandar bersama Ketua PWI Langsa, Putra Zulfirman diterima langsung Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH. SIK. MH, Kabag Ops Kompol Dheny Firmandika, S.Ab. SIK dan sejumlah perwira Polres Langsa.

Dalam pertemuan itu, Koordinator Aksi, Ray Iskandar menyampaikan pernyataan sikap atas nama Solidaritas Jurnalis Langsa mengutuk aksi pengancaman/intimidasi terhadap wartawan seperti yang terjadi kepada Saudara Jurnalisa (Harian Rakyat Aceh) di Aceh Tengah.

Selain itu, meminta Polda Aceh dan Polres Aceh Tengah menangkap pelaku pengancaman terhadap Jurnalisa dan melakukan proses hukum.

Kemudian, menolak segala bentuk kriminasasi dan intimidasi terhadap wartawan yang bekerja sesuai UU No.40 tahun 1999 tentang Pers.

Meminta Kapolres Langsa mendukung upaya pemberantasan oknum yang mengaku wartawan, akan tetapi tidak bekerja selayaknya jurnalis yang menghasilkan karya jurnalistik
“Apabila terdapat sengketa pers, maka proses penyelesaian melalui dewan pers,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Langsa, Putra Zulfirman, mengatakan, sejawat yakni Jurnalisa yang bertugas di Aceh Tengah mengalami ancaman bunuh oleh oknum premanisme.
“Aksi damai ini bentuk keprihatinan dan mengutuk aksi premanisme yang dilakukan oknum tertentu dan harus ditangkap,” pinta Putra.

Lanjut Putra, Pers adalah orang-orang menghasilkan karya jurnalistiknya dan bekerja sesuai ketentuan serta dilindungi oleh UU yang berlaku.

“Artinya aksi damai yang diinisiasi oleh rekan-rekan lintas media adalah bentuk solidaritas atas ancaman yang dilakukan oleh oknum tertentu yang menimpa sejawat yakni Jurnalisa salah seorang wartawan yang bertugas di Aceh Tengah juga mantan Ketua PWI,” imbuhnya. (ris/rus)