Dinsos Aceh Terima Penghargaan SKPA Sangat Inovatif 2022

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Dinas Sosial Aceh berhasil memperoleh penghargaan sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dengan kategori Sangat Inovatif pada Tahun 2022.

Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Bustami Usman, SE, M.Si yang diterima Kadis Sosial Aceh, Dr. Yusrizal pada acara Anugerah Inovasi Aceh (AIA) Tahun 2022 di Anjong Mon Mata, Kamis (17/11).

Kadis Yusrizal mengucapkan syukur dan terima kasih kepada seluruh pegawai Dinsos Aceh atas capaian prestasi SKPA yang dipimpinnya itu, menurut nya anugerah tersebut merupakan yang pertama diraih dalam bidang inovasi program kerja SKPA.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih atas kesungguhan semua personil dalam mendukung agenda ini, anugerah ini menjadi pemantik untuk memunculkan inovasi lain pada area kerja yang baru,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, pada ajang Anugerah Inovasi Aceh kali ini, Dinsos Aceh mendaftakan kegiatan unggulannya berupa inovasi Pengangkatan Anak Melalui Mahkamah Syariah sebagai salah satu program inovatif. Dimana proses pengangkatan anak menjadi bagian penting dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak.

Yusrizal menyebutkan, selama ini pelayanan yang diberikan bagi masyarakat atau para calon orang tua asuh (COTA) yang ingin mengadopsi anak terus berjalan melalui program pengangkatan anak mahkamah syariah.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial telah memberikan perhatian penuh terhadap penanganan permasalahan anak di Aceh. Kemudahan dan kepastian proses hukum diberikan Pemerintah kepada para calon orang tua asuh, terbukti disepanjang tahun 2022 terdapat 22 kasus pelayanan cota telah berhasil dilaksanakan.

Lebih lanjut katanya, dibandingkan provinsi lain, dukungan anggaran yang dialokasikan Pemerintah Aceh bagi proses pengangkatan anak terbilang maksimal. Tidak hanya itu, mekanisme dalam pengangkatan anak asuh juga dilaksanakan melalui konsep syariah yang terbentuk dalam Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak (PIPA).

Hal tersebut sesuai dengan nilai kearifan lokal setempat dan harapan akan pemenuhan hak-hak anak itu sendiri dimasa depan. Tuturnya.

Sementara itu, Pj. Gubernur Aceh dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Bustami menuturkan, Inovasi merupakan kunci dan solusi atas berbagai permasalahan pembangunan, baik dari aspek pelayanan publik maupun tata kelola pemerintahan. Kemampuan menciptakan pembaharuan menjadi sebuah keharusan di era disrupsi seperti saat ini.

Karena itu lanjutnya, sudah sepantasnya kita selaku penyelenggara pemerintahan dapat menginternalisasikan setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan mengedepankan prinsip-prinsip efisiensi, efektifitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak ada konflik kepentingan, berorientasi pada kepentingan umum, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai-nilai kepatutan, dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. tegas Bustami.

Pada kesempatan tersebut, PJ Gubernur Aceh ungkapnya, mengajak seluruh perangkat Pemerintah Aceh untuk terus melakukan terobosan dan inovasi guna meningkatkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan sebagai wujud upaya dalam percepatan peningkatan kinerja Pemerintah Daerah, percepatan pencapaian target pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Dirinya juga menghimbau melalui Ajang Anugerah Inovasi Aceh Tahun 2022, mari kita wujudkan Aceh berdaya saing melalui kolaborasi menuju masyarakat Aceh mandiri dan sejahtera.  “Harapannya, kita bersama dapat berkomitmen 1 institusi minimal menghasilkan 2 inovasi setiap tahun untuk mendukung kemajuan Aceh.” tutup Bustami.

Dalam Anugerah Inovasi Aceh Tahun 2022, sebanyak 20 SKPA memperoleh penghargaan dengan kategori sangat inovatif, diantaranya Dinsos Aceh. Sementara sejumlah 38 orang perwakilan masing-masing SKPA menerima penghargaan Agen Inovasi Aceh diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada 6 SKPA terbaik. (ril/rif)