Masih ada teror terhadap wartawan di Aceh Tengah

RAKYAT ACEH | ACEH TENGAH – Kasus pengancaman pembunuhan terhadap Jurnalisa di Kabupaten Aceh Tengah yang bekerja di Media Harian Rakyat Aceh, terus ditangani pihak Polres Aceh Tengah.

Selain telah memeriksa saksi korban dan saksi lainya, dua terlapor juga sudah dilakukan pemeriksaan terkait ancaman pembunuhan terhadap insan Pers d8 negeri dingin itu.

Jurnalisa dalam menjalankan tugas pers yang dilindungi oleh undang-undang pers tentu sangat menyayangkan kejadian itu. Untuk nara sumber semua diatur dalam Undang-undang Pers, ada hak jawab dan hak tolak terhadap pemberitaan.

“Saya sangat menyayangkan masih ada aksi premanisme terhadap wartawan dialam tekhnologi seperti sekarang ini,” kata Jurnalisa.

Lain itu Rabu malam, Jurnalisa yang tinggal di Dusun Kemala Pangkat, Kecamatan Bebesen, Desa Kemili, dalam rekaman CCTV yang telah dipasang dirumah miliknya melihat ada satu unit mobil jenis Mini Bus, sekira Pukul 2.30 WIB lalu lalang didepan rumah Waratwan tersebut.

“Saya cek CCTV pagi hari ternyata ada satu unit mobil warna putih, lalu lalang didepan rumah milik saya. Tentu itu bisa dikatakan teror masih ada entah dari pihak mana,” kata Jurnalisa.

Dan terkait mobil yang mencurigakan lalu lalang didepan rumah wartawan itu, juga telah dilaporkan Jurnalisa keaparat penegak hukum setempat.

“Sudah saya laporkan ke Pak Kapolres serta Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah. Dan Alhamdulillah ditanggapi serius dengan memeriksa beberapa CCTV oleh anggota Buser,” tutup Jurnalisa.