PJ Walikota Imran Akan Revitalisasi Situs Sejarah Cot Plieng

Pj. Walikota Lhokseumawe Dr. Drs, Imran, M.Si, MA.Cd kembali mengunjungi bangunan meunasah dan makam pengikut Tgk Cot Plieng di Gampong Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe

RAKYATACEH | LHOKSEUMAWE – Pj. Walikota Lhokseumawe Dr. Drs, Imran, M.Si, MA.Cd kembali mengunjungi bangunan meunasah dan makam pengikut Tgk Cot Plieng di Gampong Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Selasa (15/11).

Kunjungan kedua ini didampingi oleh sejumlah Kepala OPD dan pejabat teknis terkait yaitu Kadis PK, DSI, Bappeda, Camat Blang Mangat, Sekretaris Satpol PP dan PUPR untuk melihat secara langsung salah satu  situs sejarah perjuangan Tgk Cot Plieng saat melawan Tentara Jepang dan memastikan penanganan yang bisa dilakukan.

Rombongan tiba di lokasi pada pukul 07.00 WIB. Tampak Pj. Walikota Lhokseumawe menaiki bangunan tersebut dan mengecek beberapa sudut bangunan sambil berbincang  untuk mempercepat proses revitalisasi.

Sebagaimana kita ketahui   bahwa Tgk. Abdul Jalil merupakan tokoh perlawanan Aceh terhadap Jepang. Tgk. Abdul Jalil bеѕеrtа pengikutnya ѕесаrа dіаm-dіаm mеlаkukаn dаkwаh аntі Jераng dengan bеrѕеru jіhаd fіѕаbіlіllаh dаrі gampong ke gampong dі Kаbuраtеn Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Tgk. Abdul Jаlіl mati ѕуаhіd dаlаm pertempuran terakhir saat turun kе Gampong Meunasah Blаng Bulоh untuk melaksanakan Salat Jumat pada 9 Nоvеmbеr 1942.

Pj. Walikota Lhokseumawe mengungkapkan bahwa tingkat kerusakan bangunan meunasah Tgk. Cot Plieng sudah tinggi, untuk itu diperlukan revitalisasi segera untuk menyelamatkan situs sejarah ini.

“Meunasah Tgk. Cot Plieng tidak hanya mempunyai nilai sejarah yang tinggi, namun juga terdapat ilmu pengetahuan dan kekayaan budaya. Tentunya ini perlu keseriusan dengan didukung melalui program prioritas” Ujar Imran

Bahkan menurut Imran, bangunan bersejarah tersebut nantinya dapat diandalkan menjadi destinasi wisata sejarah di Kota Lhokseumawe sehingga akan berdampak baik secara sosial dan ekonomi.

“Destinasi wisata sejarah tidak hanya dapat memacu pendapatan di sekitar kawasan, tetapi juga berdampak terhadap peningkatan ekonomi daerah” Tambah Doktor Lulusan Universitas Indonesia ini.

Imran juga berharap semua situs bersejarah di Kota Lhokseumawe dapat terus mendatangkan wisatawan untuk berkunjung dan tentunya perlu dikemas dengan semenarik mungkin. (ril/mar)