Polres Diminta Usut Dugaan Penggelapan PAD Disperindag

RAKYAT ACEH | KUTACANE – Dugaan penggelapan pendapatan asli daerah (PAD) di Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperindag) Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2021 mendapat sorotan peggiat lembaga swadaya masyarakat lumbung informasi rakyat (LIRA), Kamis (17/11).

Muhammad Saleh Selian, pengurus LIRA Aceh Tenggara menyebutkan, kebocoran penggelapan retrebusi pasar didinas tersebut dilakukan oleh oknum kepala seksi (Kasi) pasar diketahui AHS dan oknum lainnya di dinas dimaksud. Demikian diminta kepada aparat penegak hukum (APH) terutama Polres Aceh Tenggara untuk mengusut.

“Ada indikasi tidak tercapainya target PAD di Diperindag dikarenakan masuk ke kantong pribadi oknum di dinas Disperindag. Untuk itu polisi kita minta mengusut kasus tersebut,” kata Muhamamd Saleh Selian.

Dikatakan adapun sumber PAD di dinas ini terdiri dari kios, lapak los dan dan tempat berjualan pedagang lainnya di pasar terpadu milik pemda begitu juga retrebusi di pelantaran komplek terminal perbatasan Lawe Pakam, Aceh-Sumatra Utara.

“Tahun 2021 PAD disetorkan hanya Rp 400 Juta, dari target Rp 1 milyar dan ini jumlah yang sangat sedikit dibandingkan dengan target,” jelas Saleh Selian.

Sementara, Kadis Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dasperdagnaker), Rahmad Fadli SSTP, dikonfirmasi terkait dengan indikasi adanya dugaan penggelapan PAD di dinas dipimpinnya itu mengatakan, dirinya merupakan pejabat baru di dinas.

“Saya menjabat Kepala Dinas Perindag pada Juli 2022 lalu. Dan jumlah PAD saat saya masuk kesini tercatat masih berkisar Rp 80 jutaan,” terangnya.

Demikian, dirinya mengatakan, tidak mengetahui terkait dengan penggelapan PAD di dinas tersebut. Namun demikian dirinya membenarkan dimana target PAD di dinas pada tahun 2022 sebesar Rp 1 milyar dan target ini masih sama seperti target pada tahun sebelumnya. (val)