Kunjungan Langsung ke Thailand, Pesantren Terpadu Almuslim Bireuen Jalin Kerjasama dengan Darul Ulom Islamic School Satun

Direktur dan turut didampingi dewan guru Pesantren Almuslim Peusangan, melakukan MoU dengan Darul Ulom Islamic School Satun Thailand beberapa pekan lalu. AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH

BIREUEN | RAKYATACEH – Pesantren terpadu Almuslim Peusangan, Kabupaten Bireuen melakukan tour ke berbagai negara di Asia Tenggara, antara lain ke Malaysia, Thailand, dan Singapura. 

Kunjungan ke berbagai negara tersebut dilakukan untuk melakukan sudi banding antar santri dan kerja sama dengan berbagai pesantren di luar negeri. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Pesantren Modern Almuslim Peusangan, Ustadz Iswan Fadlin MA kepada Harian Rakyat Aceh, Sabtu (19/11) di ruang kerjanya. 

Ia mengaku, kunjungan yang dilakukan pihaknya beberapa pekan lalu itu, diikuti oleh sejumlah 48 santri dan 5 dewan guru, serta turut didampingi pimpinan pesantren. 

Salah satu kerjasama yang dilakukan pesantren Almuslim Peusangan, sebutnya, dengan Darul Ulom Islamic School Satun negara Thailand. 

“Di Thailand, ada salah satu pesantren modern yang banyak melakukan program kreatif santri, dan ini dapat diterapkan di Aceh. Karenanya, kami turut melakukan kerjasama bidang pendidikan dan pertukaran santri serta guru, demi kemajuan pesantren Almuslim Peusangan,” ujar Ustadz Iswan. 

Ia mengatakan, MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Darul Ulom Islamic School Satun Thailand, Ustadz Rusydi Madman didampingi pendiri pesantren, Ustadz Abdullatif Madman dan seluruh majelis guru. 

Sementara pihaknya, diwakili oleh dirinya selaku Direktur Pesantren Almuslim, yang juga turut didampingi beberapa majelis guru pesantren. 

“Alhamdulillah acara tour ke berbagai negara sudah kami lakukan. Selain sebagai ajang promosi pesantren ke luar negeri, ini juga merupakan moment yang baik dalam melakukan kerjasama dengan beberapa pesantren di luar Indonesia. Dengan adanya pengalaman tour kepada para santri, semoga kedepan dapat menjadi motivasi untuk lebih kreatif dalam berkarya,” pungkas Iswan Fadlin. (akh)