Disdikbud Aceh Utara Sukses Gelar Seminar Nasional “Pengajar Belum Tentu Mengajar”

TUTUP SEMINAR- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd menutup  Seminar Nasional " How To be Great Teacher" dengan Tema: Pengajar Belum Tentu Mengajar di Aula Politeknik Negeri Lhokseumawe, Kamis (24/11) ARMIADI/ RAKYAT ACEH

RAKYATACEH | ACEH UTARA– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara bekerjasama dengan Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) sukses menggelar Seminar Nasional ” How To be Great Teacher” dengan Tema: Pengajar Belum Tentu Mengajar di Aula Politeknik Negeri Lhokseumawe, Selasa- Kamis (22-24/11) kemarin.

Kegiatan itu diikuti oleh ribuan guru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se- Aceh Utara, yang dibuka oleh Pj Bupati Aceh Utara Azwardi, AP.,M.Si diwakili oleh Asisten III Setdakab Drs. Adamy, M.Pd dan tutup oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd pada Kamis kemarin.

Dalam seminar itu, menghadirkan pemateri nasional, yakni Syafi’i Efendi, SE., MM dari Trainer dan Inovator Muda #1 Indonesia serta pemateri lulusan luar negeri dari Turki dan Belanda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd, kepada Rakyat Aceh kemarin menyebutkan, kehadiran pemateri Syafi’i Efendi untuk menginspirasi guru-guru sekolah di Aceh Utara untuk terus bergerak dan berkarya dalam proses belajar mengajar.

Apalagi, Syafi’i Efendi itu merupakan motivator nomor satu di Indonesia yang sudah mendapatkan dua kali Rekor Muri. Bahkan pernah membuat acara dalam kapasitas 7.000 pendengar di bidang pendidikan dan ia juga sangat konsisten dalam rangka untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu di kabupaten Aceh Utara.

“Jadi sehebat apapun dan sepintar apapun guru kalau memang tidak mau bergerak, tidak mau disiplin juga nggak ada artinya apa-apa. Inilah dengan kehadiran pemateri itu semoga bisa membakar semangat para guru-guru kita untuk berinovasi dan berkarya. Ilmu yang dapat juga dapat dibagikan kepada guru-guru lain yang tidak sempat mengikuti seminar ini dan untuk peserta didik disekolah,”ucapnya.

Ia mengatakan, dirinya akan terus berbuat yang terbaik untuk Kabupaten Aceh Utara dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan terlebih dahulu menyiapkan SDM guru yang andal. Akhirnya, supaya kedepan semua guru di Aceh Utara mempunyai wawasan dan SDM yang bisa diandalkan demi kemajuan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Aceh Utara.

Disebutkan, untuk pemateri lulusan dari Turki menyampaikan tentang konsep pendidikan di Turki dan bagaimana untuk memperoleh beasiswa ke Turki. “Beliau juga menyampaikan tentang beasiswa LPDP yang merupakan beasiswa yang dikelola Kemenkeu untuk S1 dan S2. Kemudian juga ada informasi beasiswa dari Pemerintah Aceh lewat program Aceh Carong. Jadi kalau ada guru-guru di Aceh Utara yang ingin menempuh pendidikan S1 dan S2 akan difasilitasi,”terangnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk pemateri lulusan Belanda juga mempresentasikan bagaimana konsep pendidikan yang ada di Belanda. “Jadi bagaimana mereka di Belanda itu sukses pendidikannya sehingga dapat diketahui oleh guru-guru di Aceh Utara,”ucapnya. 

Kata dia, konsep pendidikan yang diterapkan oleh Turki dan Belanda serta kurikulum nasional tentunya akan kita adopsi untuk Kabupaten Aceh Utara, dengan tujuan supaya tercapainya mutu pendidikan yang lebih baik lagi kedepannya. (arm/mar)