Mendikbudristek Ajak Guru Terus Berinovasi

SERAHKAN SERTIFIKAT -Sekdakab Aceh Utara Dr. A. Murtala, M.Si didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Jamaluddin, S.Sos.,M.Pd menyerahkan sertifikat kepada guru penggerak, Jum'at (25/11). ARMIADI RAKYAT ACEH.

RAKYATACEH | LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Guru Nasional tahun 2022 di Lapangan Upacara di Kantor Bupati Aceh Utara, Landeng, Lhoksukon, Jum’at (25/11). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Sekdakab Aceh Utara Dr. A. Murtala, M.Si mewakili Pj Bupati Aceh Utara Azwardi AP.,M.Si.

Ucapara diikuti oleh para asisten, kepala SKPK, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd bersama jajarannya dan guru serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara, Drs. Ahmad Yamani, M.Pd serta jajarannya, guru dan kepala sekolah.

Sekdakab Aceh Utara Dr. A. Murtala, M.Si yang membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia,Nadim Anwar Makarim menyampaikan, tiga tahun yang lalu, kita melepas jangkar dan membentangkan layar kapal besar benama Merdeka Belajar. 

Ribuan pulau dari Sabang hingga Merauke sudah kita lewati, laut dengan ombak tinggi dan angin kencang sudah kita hadapi.

“Ketangguhan ini didorong oleh kemauan kita untuk berubah, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak lagi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman. Hal ini juga didorong oleh semangat kita untuk terus berinovasi, menciptakan perubahan dan kebaruan yang membawa kita melompat ke masa depan,”ucapnya. Disebutkan, mungkin diantara kita sampai hari ini masih ada yang ragu untuk melakukan perubahan dalam pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugas proses sebagai pemimpin satuan pendidikan. Memang, pada dasarnya tidak ada perubahan yang membuat kita nyaman. Jika masih nyaman, itu artinya kita tidak berubah.

“Sebenarnya, bukan hanya guru yang terus didorong untuk berubah. Kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Teknologi Riset, dan (Kemendikbudristek) juga diri untuk memacu berinovasi, mengubah cara pandang dan cara kerja kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pendidik dan peserta didik, “terangnya.

Ia mengatakan, platform Merdeka Mengajar yang kami luncurkan pada awal tahun ini, sepenuhnya kami rancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi. Platform tersebut kami buat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, Ini adalah bukan berdasarkan keinginan kami. Perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat.

Dalam Platform Merdeka Mengajar, guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, mengunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran, dan terkoneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain.

“Guru di Aceh sekarang bisa belajar dari guru di Papua. Guru di Kalimantan bisa menginspirasi guru-guru yang ada di Jawa. Saya berterima kasih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna Platform Merdeka Mengajar, yakni para guru yang mau mencoba hal-hal baru, yang tidak takut untuk berinovasi, yang sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi,”terang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, pihaknya juga terus membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program Guru Penggerak yang berbeda dengan program pendidikan yang ada selama 5 ini. Program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia.

Sementara itu, usai upacara bendera memperingati hari Guru Nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara menyerahkan sertifikat kepada guru penggerak dan hadiah lain kepada pemenang lomba dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tersebut.(arm/mar)