Diduga Rusak, Kapal Pariwisata Tenggelam

Kapal pariwisata Teluk Babang milik Pemkab Simeulue, separuh badannya tenggelam karena rusak, Senin, 28 November 2022. (Ahmadi)

RAKYAT ACEH | SIMEULUE – Lagi satu unit milik aset daerah, jenis kapal pariwisata “Teluk Babang” yang diduga rusak dan tenggelam di salah satu kompleks pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lugu, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.

Kapal pariwisata “Teluk Babang” itu, produk tahun 2019, senilai Rp 400 juta lebih yang bersumber dari DAK, kini separoh badannya penuh air dan tenggelam, setelah dua kali doking untuk perbaikan namun juga tidak kunjung normal dan tidak bisa difungsikan untuk kepentingan menunjang program kegiatan pariwisata.

Dinas Pariwisata Kabupaten Simeulue, membenarkan kerusakan dan tenggelam kapal Teluk Babang itu dan ada suku cadang mesin yang harus diganti namun harus di pesan keluar negeri, hal itu disampaikan Asmanuddin, Kadis Pariwisata setempat, yang ditemui Harian Rakyat Aceh, Senin, 28 November 2022.

“Saya jadi Kadis pariwisata Desember 2020 lalu dan bagaimana proses awal kapal itu memang kurang paham, namun laporan dari staf kita bahwa kapal Teluk Babang itu, memang kondisinya rusak, hingga dua kali doking dan kapal itu, rusak serta ada bocor. Dinamo starnya rusak dan suku cadang yang ada di luar negeri,” katanya.

Masih menurut Asmanuddin di dampingi Zuliswan Abidin, salah seorang stafnya, yang mengetahui secara detail persoalan kapal Teluk Babang itu, juga disebutkan tidak pernah digunakan untuk kepentingan kegiatan promosi maupun lainnya untuk pariwisata, disebabkan kondisi aset itu dinilai mengkhawatirkan dan sempat ditarik pindah-pindah lokasi parkir, karena rusak.

“Setelah saya menjadi Kadis Pariwisata, kapal itu tidak pernah difungsikan karena itu tadi kondisinya rusak. Padahal kapal itu untuk kegiatan pariwisata bahari, solusinya saat ini untuk kapal itu harus kita selamatkan atau kita angkat,” imbuh Kadis Pariwisata.

Kapal Pariwisata dengan spesifikasi dirancang kapal cepat, memiliki kaca tembus pandang pada bagian bawah kapal, yang dibuat PT Jelajah Samudera Internasional, dengan lebar kapal sekitar 2,6 meter, panjang sekitar 11 meter, mampu menampung 15 orang penumpang, dengan kecepatan kapal 7-9 knot.

Kapal Pariwisata Teluk Babang tersebut, yang senasib dan sama-sama parkir di PPI Lugu, persisnya berada di depan Kapal Pulau-Pulau Kecil Terluar 1, bantuan KKP RI tahun 2015 silam, yang juga kondisinya tenggelam dan masuk dalam daftar aset Pemkab Simeulue. (ahi)