Wali Nanggroe Bantu Warga Terdampak Erosi Krueng Tamiang

Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al Haytar didampingi Bupati Mursil menyerahkan bantuan logistik kepada datok penghulu (Kelapa Desa) Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (26/11). DEDE/RAKYAT ACEH.

RAKYATACEH | KUALA SIMPANG – Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haythar mengunjungi Kabupaten Aceh Aceh Tamiang pascabanjir surut dalam rangka menyalurkan bantuan sandang pangan kepada warga, Sabtu (26/11).

PYM Malik Mahmud tiba di Pendopo Bupati Aceh Tamiang di Kota Kuala Simpang sekitar pukul 12.30 WIB melalui jalur darat dari arah Medan, Sumatera Utara.

Selama di kabupaten ujung timur Aceh ini mantan Perdana Menteri GAM ini mengunjungi Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang sembari menyalurkan bantuan logistik. Di desa kawasan perkotaan dan pinggir sungai/krueng Aceh Tamiang ini sebanyak 818 KK warganya sebelumnya terdampak banjir.

Kemudian Malik Mahmud bergerak menuju Desa Suka Jadi, Karang Baru yang 90 persen warganya mengungsi akibat banjir. Adapun jumlah penduduk Desa Suka Jadi sebanyak 160 KK atau sekitar 350 jiwa acapkali menjadi korban banjir karena tempat tinggal mereka langsung bersebelahan dengan krueng Aceh Tamiang.

Tgk Malik Mahmud juga meninjau dampak erosi tebing sungai telah menggerus kawasan permukiman penduduk.

“Kondisi ini segera laporkan ke provinsi atau Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh untuk segera ditangani agar erosi tidak semakin meluas,” kata Malik Mahmud Haythar usai menyerahkan bantuan sembako di Desa Suka Jadi.

Tgk Malik Mahmud juga melihat sebuah bangunan masjid di tepi sungai hampir hanyut terbawa arus saat banjir. Pasalnya jarak masjid milik desa dengan titik erosi sungai hanya tinggal beberapa meter saja.

Kemudian Wali Nanggroe berbincang serius dengan Bupati Aceh Tamiang Mursil terkait solusi untuk mencegah dampak erosi tersebut.

Menurut Malik Mahmud Al Haytar selain cuaca dan lingkungan, masalah banjir juga dipicu kondisi sungai yang dangkal. Pengendapan material tanah atau sedimentasi ini membuat sungai mudah meluap.

“Pendangkalan ini tidak hanya terjadi di Aceh Tamiang, tapi seluruh wilayah sungai (WS) Aceh. Salah satu solusinya tidak ada cara lain melakukan normalisasi sungai dari hulu hingga hilir (muara),” ujar Wali Nanggroe.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Suka Jadi Yulizar mengatakan arus kencang sungai saat banjir telah mengikis kawasan permukiman sekitar 10 meter. Dampak erosi disepanjang sungai itu sudah mengancam keberadaan rumah ibadah yang posisinya kini rawan amblas.

“Iya ini masjid yang pertama bakal kena dampak erosi. Semenjak banjir kemarin inilah, saya rasa 10 meter tidak kemana sudah termakan erosi. Sebelumnya ada juga erosi tapi tidak seperti ini perahnya,” ucap Yulizar.

Bupati Aceh Tamiang Mursil mengatakan akan segera membuat surat usulan ke pemprov Aceh untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir termasuk dampak erosi dan kerusakan sungai Aceh Tamiang.

“Kita akan membuat usulan melalui surat resmi dengan tembusan disampaikan ke Wali Nanggroe untuk bisa di follow up/tindaklanjuti di tingkat provinsi nantinya,” sebut Mursil.
Bupati Mursil secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar yang datang tidak hanya meninjau tapi membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Aceh Tamiang yang sangat membutuhkan.

Bahkan kata Mursil, Wali Nanggroe bersedia melawat ke dua kampung tepi sungai yang terparah dilanda banjir yaitu, Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru dan Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang.
“Bantuan yang dibawa oleh Wali Nanggroe akan dibangikan langsung kepada warga tidak disimpan di gudang bupper stok milik Dinsos kita. Malam ini rencananya Pak Malik Mahmud akan nginap di Aceh Tamiang menghadiri acara pertunjukan seni, adat dan budaya Melayu Serumpun Tamiang,” ujar Mursil.

Dari pantauan Harian Rakyat Aceh Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al-Haythar yang mengenakan kemeja abu-abu dan celana hitam ini mendapat pengawalan dari sejumlah ajudan pribadi dan personel kepolisian setempat.

Tokoh runding MoU Helsinki Finlandia ini turut membawa ratusan paket sembako terdiri dari beras, telur, ikan kaleng/sarden, paket pakaian, jilbab, mukenah dan sarung. Kemudian paket obat-obatan dan paket perlengkapan bayi kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah, perbankan dan sejumlah lembaga. (ddh/rus).