Kaper BKKBN Aceh Resmikan Rumah Dataku

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Drs Sahidal Kastri MPd, meresmikan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan Rumah Data Kependudukan di Gampong Meunasah Mon Cut, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. (Ist)

RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd, meresmikan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan Rumah Data Kependudukan di Gampong Meunasah Mon Cut, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

Ia menyebutkan, dengan diresmikan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan Rumah Data Kependudukan di Gampong Meunasah Mon Cut, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, maka jumlah Kampung KB di Aceh bertambah menjadi 599 yang sudah terinput dengan jumlah Rumah Dataku sebanyak 310.

“Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Instruksi Presiden (lnpres) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas pada 20 Mei 2022 lalu. Melalui Inpres Kampung KB ini maka institusi keluarga akan diperkuat dan diberdayakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” beber Sahidal, Senin, 28 November 2022.

Lanjutnya, dari Inpres di atas diwajibkan setiap Kampung KB memiliki Rumah Data Kependudukan untuk mewujudkan keluarga berkualitas di Kampung KB. Data kependudukan sangat diperlukan di dalam perencanaan pembangunan desa dan meningkatkan sumber daya manusia masyarakat gampong.

“Kalau kira bicara soal keluarga berkualitas maka berbicara sumber daya manusia nya. Untuk mewujudkan keluarga berkualitas, pastinya keluarga harus terbebas dari stunting. Sebab stunting menyebabkan lemahnya otak atau IQ,” kata Sahidal.

Selanjutnya, Kaper mengatakan, untuk mengetahui keluarga beresiko stunting datanya bisa didapatkan di Pendataan Keluarga (PK) yang kini sudah terkoneksi langsung dengan aplikasi Rumah Dataku.

Lanjutnya lagi, data ini juga sangat diperlukan untuk melakukan intervensi baik secara spesifik maupun sensitif sehingga pencegahan dan penurunan prevalensi stunting bisa dilakukan di tingkat desa oleh lintas sektor terkait.

Pun begitu juga dengan informasi data lainnya. Lanjut Sahidal, data by name by adress ada di Rumah Dataku.

“Informasi sosial dan kondisi ekonomi masyarakat semua ada di data kependudukan. Data ini juga sangat penting ketika musrenbangdes. Data-data ini sangat diperlukan di dalam pembangunan desa karena ketika program pembangunan tanpa basis data maka terbengkalai,” ucap Sahidal, sembari meminta agar data terus di-update agar akurat dan dapat dipertangjawabkan.

Kepala OPD KB, Drs Fadhlan menambahkan, keuntungan adanya basis data yang lengkap di Rumah DataKu, tidak saja pentingnya untuk perencanaan pembangunan gampong, tetapi juga sebagai informasi guna mengembangkan program strategis gampong.

“Rumah Dataku di Kampung KB sangat diperlukan dalam perencanaan pembangunan gampong. Kemudian di Kampung KB yang komplit RDK akan adanya pertemuan lintas sektor untuk melakukan program pembangunan di dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Fadhlan.

Ia berharap dengan bertambahnya Kampung KB dan RDK di Kabupaten Aceh Besar (24 Kampung KB dan tiga RDK) dapat memberi kontribusi terhadap indikator-indikator kependudukan lainnya.

Ia menyebutkan, Indeks Pembangunan Manusia di Aceh Besar, tahun lalu sebesar 37,8 persen dan tahun 2022 ini meningkat menjadi 74 persen.

Artinya, jelas Fadhlan, ada tiga komponen yaitu, angka harapan hidup, angka melek huruf dan rata-rata lama belajar masyarakat Aceh Besar semakin tinggi.

“Dengan hadirnya Kampung KB dan Rumah Dataku di Gampong Meunasah Mon Cut, dapat membantu kita di dalam mengembangkan program strategis lainnya di desa sehingga IPM kita akan semankin meningkat.

Sebagaimana tujuan dari adanya Kampung KB mewujudkan keluarga berkualitas dan sejahtera serta mengimplementasikan delapan fungsi keluarga,” demikian pungkasnya.

Selesai meresmikan Kampung KB dan RDK, Kaper BKKBN Aceh menyerahkan plakat, piagam dan uang tunai sebesar Rp12 juta kepada Kelompok BKR An Nur, juara 1 Kelompok BKR Terbaik tingkat Aceh tahun 2022 dan sekaligus melihat dan membeli hasil produksi kelompok UPPKA di desa tersebut. (rao)