Pastikan Pasokan Gas Pembangkit, PLN Teken Kerja Sama dengan 4 Pemasok

PT PLN (Persero) gandeng empat perusahaan demi menjaga keandalan pasokan gas bumi dan Liquefied Natural Gas(LNG) untuk bahan bakar pembangkit listrik.

RAKYAT ACEH | JAKARTA – PT PLN (Persero) menggandeng empat perusahaan demi menjaga keandalan pasokan gas bumi dan Liquefied Natural Gas(LNG) untuk bahan bakar pembangkit listrik.

Empat perusahaan pemasok gas itu adalah PT Medco E&P Indonesia, PT Medco E&P Tarakan, Husky CNOOC Madura Ltd dan INPEX Masela Ltd.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Jual Beli Gas Bumi (PJBG), Head of Agreement (HoA) ( non binding) dan Memorandum of Understanding (MoU) LNG ini dilakukan dalam acara 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas 2022 yang diselenggarakan oleh Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), di Bali Nusa Dua Conventions Center pada 25 November 2022.

Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia Iwan Agung Firstantara, mengatakan, PLN melakukan sejumlah kesepakatan dengan para pemasok gas untuk bisa memastikan pasokan gas dan LNG untuk pembangkit aman.

“Dan kebutuhan ini akan terus meningkat karena gas memegang peran penting dalam transisi energi,” ujar Iwan, Selasa (29/11).

Ia berharap, komitmen atas kontinuitas pasokan LNG untuk ketenagalistrikan sebagai prioritas utama dapat terus
dijaga.

“PLN membutuhkan gas tetapi di saat yang bersamaan, PLN juga membutuhkan infrastruktur LNG dan jaringan pipanya,” katanya.

Direktur Gas dan BBM PT PLN Energy Primer Indonesia, Rakhmad Dewanto menambahkan, konsumsi gas PLN di 2011 adalah 800 billion bristh thermal units per day (BBTUD). Konsumsi tersebut naik sebesar 1.046 BBTUD di 2020 dan diproyeksikan akan naik sebesar 1.300 BBTUD di 2023.

Lanjut Rakhmad, penggunaan gas ke depan akan berkontribusi sebesar 34 persen atau setara dengan 3,4 billion cubic feet (BCF) dari total energi yang dikonsumsi oleh pembangkit PLN di 2040.

“Akan bertambah 3 kali lipat dari saat ini, dan akan akan terus naik. Dan akan digantikan dengan energi terbarukan di 2060,” lanjutnya.

Menurutnya, gas akan memainkan peran yang sangat penting bagi PLN sebagai energi perantara dalam transisi energi.

Prioritas gas untuk pasar dalam negeri khususnya PLN diperlukan untuk memastikan gas/LNG sebagai energi transisi mampu memenuhi target Kontribusi Nasional pada tahun 2030. Dan Net Zero Emission pada tahun 2060.

Direktur Human Capital dan Administrasi PLN EPI Bagus Setiawan memproyeksikan ke depan, Gas LNG bakal menggantikan minyak dan batu bara sebagai base loader pembangkit PLN. “Ke depan, gas akan sangat diperlukan untuk melengkapi renewable energy sebagai pembangkit peaker yang beroperasi pada waktu beban puncak,” pungkasnya. (ra)